Studi: Berat Badan Naik Karena Situasi Covid-19, Risiko Diabetes Tipe 2 juga Bertambah

Studi tersebut diinyatakan dalam sebuah penelitian di Inggris, yang diterbitkan pada The Lancet Diabetes & Endocrinology.

Denada S Putri
Minggu, 05 September 2021 | 21:30 WIB
Studi: Berat Badan Naik Karena Situasi Covid-19, Risiko Diabetes Tipe 2 juga Bertambah
Ilustrasi Diabetes. [Istimewa]

SuaraKaltim.id - Banyak orang yang mengaduh soal penambahan berat badan akibat pembatasan aktifitas di luar rumah karena pandemi. Peningkatan berat badan ini tak hanya menambah angka obesitas, namun juga diabetes tipe 2.

Melansir dari Suara.com, lockdown merupakan penyebab peningkatan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Studi tersebut diinyatakan dalam sebuah penelitian di Inggris, yang diterbitkan pada The Lancet Diabetes & Endocrinology

Pengkajian para analisis yang dilakukan pada orang berusia di bawah 40 tahun, dimana mereka mendaftar di Program Pencegahan Diabetes Layanan Kesehatan Nasional (NHS). Mereka juga sudah melihat perbedaan berat badan terbesar, rata-rata mengalami kelebihan 8 pon atau setara 4 kilogram. 

NHS juga memperkirakan, kenaikan berat badan satu kilogram atau 2,2 pon, mampu meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes sekitar 8 persen.

Baca Juga:Lika-Liku Perjalanan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

"Pandemi telah mengubah setiap bagian dari kehidupan kita dan membebani pikiran dan tubuh, dengan ribuan orang membayar harga yang mahal, dan banyak yang mengalami kenaikan berat badan selama lockdown," kata Dr Jonathan Valabhji, direktur klinis nasional NHS untuk diabetes dan obesitas, dikutip Minggu (5/9/2021).

"Peningkatan berat badan juga berarti peningkatan risiko diabetes tipe 2 yang terkait dengan banyak jenis kanker yang umum, kebutaan, amputasi serta serangan jantung dan stroke," imbuhnya. 

Diabetes tipe 2 merupakan kondisi kompleks dengan berbagai macam faktor risiko yang mencakup etnis, usia, dan riwayat keluarga. Hidup bersama dengan obesitas merupakan satu-satunya faktor risiko terbesar. Lantaran menyumbangkan 80-85 persen dari risiko seseorang terkena kondisi tersebut.

"Studi ini menunjukkan bahwa selama pandemi, mungkin ada peningkatan berat badan orang-orang yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Ini mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan tingkat kondisi naik lebih tajam ke bawah," kata Dan Howarth, Kepala Perawatan di Diabetes UK.

Baca Juga:Bagi Penderita Diabetes, Semakin Tinggi Kadar Gula Berpotensi Picu Masalah Mata

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini