alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Konflik Ganti Rugi Lahan Tol Balsam, Pengacara Warga: Tol Untung, Kami Buntung

Denada S Putri Kamis, 09 September 2021 | 13:51 WIB

Konflik Ganti Rugi Lahan Tol Balsam, Pengacara Warga: Tol Untung, Kami Buntung
Tol Balikpapan-Samarinda. [ANTARA]

"Sudah berlarut-larut sudah 4 tahun masa gak bisa sih, batas wilayah mana, kata Yesayas.

SuaraKaltim.id - Hasil pertemuan terkait pembahasan ganti rugi lahan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) milik warga masih jalan di tempat. Hal itu disampaikan kuasa hukum warga, yakni Yesayas Rohi.

Ia mengaku, pertemuan yang difasilitasi Pemkot Balikpapan itu belum menemukan titik terang soal ganti rugi lahan warga.

Pertemuan itu digelar di Balai Kota pada Rabu (08/09/2021). Katanya, warga justru diminta menunggu dua belas hari lagi untuk bisa mendapatkan kabar selanjutnya.

“Ternyata hari ini terakhir, tetapi masih seperti itu masih jalan ditempat. Tadi hanya baca  sebatas berita acara, identifikasi lahan Kamis kemarin,” ungkapnya, dikutip dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga: Beri 4 Opsi, Jalan Tertutup Tembok 2 Meter Dibongkar 1 Meter dengan Batas Waktu Sebulan

Ia membeberkan, alasan kenapa hingga kini warga belum mendapatkan biaya ganti rugi karena pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Balikpapan dan kecamatan setempat masih belum menentukan batas wilayah. Baik itu wilayah timur dan utara.

Menurutnya, tim akan turun kembali untuk menentukan batas wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara. Karena ganti rugi lahan tersebut terkendala tumpang tindih.

“Karena BPN juga masih belum bisa memutuskan masuk wilayah mana, Timur atau Utara. Sedangkan sudah berlarut-larut sudah 4 tahun masa gak bisa sih, batas wilayah mana,” sindirnya.

Ia menuntut jawaban secepatnya. Alasannya karena hal tersebut sudah menjadi pertanyaan rutin para warga yang menuntut selama bertahun-tahun. Sekali lagi, baginya hal itu hanya jalan di tempat, dan tak ada perkembangan.

Ia meminta Tim dari BPN, Camat Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara, Lurah Manggar dan Lurah Karangjoang. Termasuk dua RT yang masuk wilayah sengketa harus turun kembali.

Baca Juga: Usai Mediasi, Tembok 2 Meter Batu Ampar Balikpapan Dirobohkan, Tapi dengan Syarat..

“Yang di undang Camat Timur, Camat Utara, Lurah Manggar, Lurah Karangjoang dan RT masing-masing, RT 37 dan RT 3 ya mungkin. Tadi dikasih kesempatan 12 hari lagi, paling lama,” ujarnya.

Katanya pula, para warga akan mengancam akan memasang palang di Jalan Tol Balsam. Khususnya seksi 5 yang berada di wilayah Manggar Balikpapan Timur, karena belum ada kejelasan soal ganti rugi.

“Tadi warga sudah SMS, mau dipalang, saya bilang sabar dulu ini masih rapat tolong menahan diri dulu. Cuma warga sudah gak bisa menahan diri lagi."

“Saya juga akan turun ke lapangan, untuk mendiskusiakn dengan mereka, ngomong dengan mereka mendinginkan suasana, biar supaya jangan tutup menutup lagi,” tambahnya.

Warga mengaku, kecewa, karena mulai Rabu kemarin, sudah dilakukan tarif untuk jalan tol Balikpapan – Samarinda seksi 5. Sementara warga  pemilik lahan belum menerima uang ganti rugi.

“Karena mereka bilang hari ini kan sudah bayar, keuntungan sudah diambil oleh jalan tol, kenapa uang yang harus diterima masyarakat belum diterima. Tol sudah untung masyarakat masih buntung,” pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait