alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Oknum Mahasiswi Pelaku Aborsi di Samarinda Resmi Ditetapkan Menjadi Tersangka

Denada S Putri Kamis, 23 September 2021 | 18:20 WIB

Oknum Mahasiswi Pelaku Aborsi di Samarinda Resmi Ditetapkan Menjadi Tersangka
Ilustrasi aborsi. (Shutterstock)

YR yang merupakan kekasih dan ayah biologis dari janin yang digugurkan NA, mengaku ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, namun ditolak pihak keluarga NA.

SuaraKaltim.id - Polsekta Samarinda Ulu resmi menetapkan mahasiswi berinisial NA (25) sebagai tersangka atas kasus dugaan aborsi, Kamis (23/9/2021). Penetapan tersangka tersebut resmi diberikan setelah pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi. Diantaranya, ibu pelaku, pacar pelaku, pemilik kos, ketua RT, dan salah satu tetangga kos pelaku.

Salah satu saksi yang merupakan mantan pacar NA berinisial YR (26) mengatakan perkenalannya dengan NA berawal dari media sosial wechat.

"Saya kenal dia melalui aplikasi kencan, kemudian kami ketemu dan si dia (NA) memberikan nomor kontak whatsappnya," ujar YR kepada awak media.

Setelah lama berhubungan, perjalanan cinta keduanya terhalang restu orang tua NA. Hingga akhirnya NA tiba-tiba memblokir nomor telepon YR dengan alasan bahwa dia sudah memiliki pasangan baru.

Baca Juga: Pemindahan SMAN 10 Samarinda Ditolak

"Saya sempat marah kenapa nomor saya di blokir. Kemudian saya tanya balik ternyata alasannya sudah memiliki pasangan baru," ungkapnya.

Disinggung mengenai apakah dirinya mengetahui kehamilan NA, YR menambahkan bahwa dirinya mengetahui kehamilan NA.

Bukan menghindar atau lari, YR justru ingin bertanggungjawab atas kehamilan tersebut.

Saksi berinisial YR yang merupakan mantan pacar tersangka dan ayah dari janin yang digugurkan saat diwawancara,Kamis (23/9/2021). [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]
Saksi berinisial YR yang merupakan mantan pacar tersangka dan ayah dari janin yang digugurkan saat diwawancara,Kamis (23/9/2021). [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]

"Saya sudah sampaikan kepada keluarga disana, tapi pada saat saya mau bertanggungjawab malah ditolak keluarga NA, malah saya dimaki dan dihina," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsekta Kompol Zainal Arifin, melalui Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Iptu Fahruddi mengatakan bahwa tersangka NA sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan aborsi.

Baca Juga: Selain Banjir, Ibu Kota Provinsi Kaltim juga Punya Masalah Lain, Apa Itu?

"Untuk si pelaku (NA) saat ini sudah kami tetapkan menjadi tersangka," ungkap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, Iptu Fahruddi saat dikonfirmasi awak media. Kamis, (23/9/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait