alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir yang Rendam Dua Desa di Tabalong Hari Ini Berangsur Surut

Siswanto Senin, 04 Oktober 2021 | 12:44 WIB

Banjir yang Rendam Dua Desa di Tabalong Hari Ini Berangsur Surut
Ilustrasi banjir [BNPB]

Kabupaten Tabalong merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 12 kecamatan berada pada potensi tersebut.

SuaraKaltim.id - Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, merendam dua desa yakni Desa Muang dan Desa Namun yang terletak di Kecamatan Jaro. Peristiwa ini terjadi dipicu intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya sungai di dua desa tersebut pada Sabtu (2/10), pukul 04.00 WITA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabalong melaporkan sebanyak 72 unit rumah terdampak atas peristiwa ini, dengan rincian 37 rumah di Desa Muang dan 35 rumah di Desa Namun. Saat terjadi banjir, tinggi muka air berkisar 50 - 100 sentimeter. Berdasarkan kondisi terkini, Senin (4/10), pukul 05.00 WIB, banjir sudah mulai berangsur surut dan cuaca terpantau berawan.

Selain itu, BPBD Tabalong juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan monitoring dan pendataan di lokasi kejadian. Hal ini bertujuan untuk menjadi acuan untuk pengambilan langkah sebagai tindakan percepatan penanganan banjir.

Berdasarkan analisis InaRisk Kabupaten Tabalong merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 12 kecamatan berada pada potensi tersebut.

Baca Juga: Hoaks 28 Orang Hilang Akibat Banjir Bandang di Kabupaten Luwu

Menyikapi prakiraan cuaca wilayah Kalimantan Selatan, BMKG telah merilis mengenai peringatan dini mengenai waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang/sore hari di wilayah Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Kotabaru, dan sekitarnya.

Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, kata  pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait