alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PTM Penuh di Sekolah Bontang Ini Dimulai 17 Januari Nanti, Anjuran Bawa Bekal Sendiri Diberikan

Denada S Putri Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB

PTM Penuh di Sekolah Bontang Ini Dimulai 17 Januari Nanti, Anjuran Bawa Bekal Sendiri Diberikan
Situasi di depan SMAN 2 Bontang, Jalan HM Ardans, Bontang Selatan. [KlikKaltim.com]

"Kita terus pantau dan hati-hati..."

SuaraKaltim.id - SMA Negeri 2 Bontang (Smanda) baru berencana menggelar pembelajaran tatap muka 100 persen per 17 Januari nanti. Saat ini pihak sekolah masih menerapkan tatap muka 50 persen. Secara bertahap pelaksanaannya terus ditingkatkan, bersamaan juga dengan evaluasi. 

"Kita terus pantau dan hati-hati, kalau PTM 50 persen ini lancar. Rencananya tanggal 17 Januari sudah masuk semua," ujar Kepala Sekolah Smanda, Suyanik, mengutip dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (14/1/2022).

Penerapan belajar tatap muka terbatas tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai berjalan usai mendapat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim, Nomor 421.3/030/Disdikbud.III/2022 perihal PTM Terbatas. Mengacu SKB 4 Menteri, sekolah bisa menerapkan PTM 100 persen mengikuti level di daerah masing-masing.

Seperti Kota Bontang, beberapa sekolah tingkat SD SMP hingga SMA/SMK mulai menerapkan PTM 100 persen atau lengkap mulai Senin (10/1/2022) lalu. Setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disikbud) Bontang.

Baca Juga: PTM Diminta Setop karena Siswa Positif Covid-19, Wagub DKI: Nanti Diprotes karena Langgar Aturan

Dia mengatakan, walaupun saat ini penerapan PTM masih 50 persen, sekolah tetap memperhatikan situasi dan kondisi para pelajar. Seperti, ketika ditemui pelajar dalam kondisi kurang fit maka dianjurkan istirahat di rumah sembari menunggu kondisi sehat.

"Kami di lapangan ini harus memperhatikan anak-anak," terangnya.

Lebih lanjut, meski PTM 100 persen nantinya diterapkan. Sekolah belum mengizinkan kantin dioperasikan. Itu dilakukan untuk menghindari kerumunan pelajar sewaktu jam istirahat.

Artinya, pelajar membawa bekal dari rumah masing-masing. Jam istirahat mereka makan di dalam ruang kelas masing-masing.

"Menghindari kerumunan anak-anak," pungkasnya.

Baca Juga: Muncul Omicron di Sekolah, Perhimpunan Guru Minta PTM 100 Persen di Jakarta Dilakukan Bertahap

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait