alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Pasar Bontang, Terjadi Sejak Tahun Baru

Denada S Putri Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:46 WIB

Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Pasar Bontang, Terjadi Sejak Tahun Baru
Pedagang menjajakan ayam di Pasar Taman Rawa Indah, Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan. [KlikKaltim.com]

"Lakunya sehari atau dua hari."

SuaraKaltim.id - Setelah harga telur membumbung tinggi, kini giliran daging ayam potong naik di pasaran. Bahkan, kenaikannya cukup signifikan sejak malam tahun baru.

Salah satu pedagang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang, Adriadi menyampaikan, harga ayam potong naik dari kandang ternak itu sendiri. Informasi yang diterima Adri, pemicu harga ayam potong naik karena harga pakan ternak juga tinggi.

Sebelumnya, ia membeli ayam per kilo dengan harga Rp 25 ribu. Saat ini, harga ayam per kilogram ia beli mencapai Rp 30 ribu. Setiap kali memesan, ia mengambil ayam sebanyak 50 kilogram seharga Rp 1,5 juta.

"Lakunya sehari atau dua hari," ujarnya melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Harga Terus Naik, Broker di Lampung Setop Ambil Ayam Potong dari Peternak

Katanya, penjualan ayam selama harga naik masih berjalan normal. Tetapi ketika kondisi pasar sepi, terpaksa ia jual dengan harga miring. 

Dari 50 kilogram ayam yang ia ambil, dijual kepada pembeli per ekor, ia mengambil selisih keuntungan sebesar Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per ekor. 

"Ada aja untungnya, sekitar Rp 200 ribuan sehari kalau laku semua," tandasnya.

Pedagang ayam potong lainnya, Aswar mengatakan, mahalnya ayam potong karena stok di kandang juga kurang. Sebelum harga naik, ia mengambil ayam di kandang sekitar 100 kilo. Saat ini, hanya berani mengambil maksimal 80 kilogram. 

"Berani segitu saja, karena kadang laku sampai dua hari," bebernya.

Baca Juga: Proyek Normalisasi Sungai di 2 Kelurahan Bontang Senilai Rp 1,5 Miliar, Tak Ditender, Dikerjakan Warga Setempat

Pun yang membuat daging ayam potong miliknya laku, ketika langganan warung makan mengambil. Karena mengharap pembeli dari rumah tangga sangat minim.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait