Harga Kedelai Melambung Jauh, Pengusaha Pabrik Tahu dan Tempe di Bontang Bekerja dengan Peluh dan Keluh

"Naik terus, (tiap) satu bulan (harga) selalu naik."

Denada S Putri
Kamis, 13 Januari 2022 | 18:16 WIB
Harga Kedelai Melambung Jauh, Pengusaha Pabrik Tahu dan Tempe di Bontang Bekerja dengan Peluh dan Keluh
Proses pembuatan tahu dan tempe di di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-api. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Mahalnya harga kedelai di pasaran membuat pengusaha pabrik tahu dan tempe di Bontang menjerit. Hal itu membuat para pengusaha pabrik tersebut sering mengeluh, sembari berpeluh.

Mudawam misalnya, ia merupakan seorang pengusaha pabrik tahu dan tempe di Jalan Ahmad Yani, Gang Rawa Indah, Kelurahan Api-api, Bontang Utara. 

Ia mengatakan, harga kedelai mulai naik di Oktober 2021 lalu. Trennya berlanjut hingga Januari 2022 ini. Bahkan katanya kenaikan harga terjadi tiap bulan.

"Naik terus, (tiap) satu bulan (harga) selalu naik. Per dua minggu saya ambil," ungkapnya saat dijumpai di lokasi pabrik tahu dan tempe miliknya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Kamis (13/1/2022) pagi.

Baca Juga:Geger, Ular Piton 4 Meter Ditangkap dari Kandang Ayam Warga Bontang Lestari

Dawam, panggilan pendeknya, mengatakan, dirinya membutuhkan 150 karung kedelai tiap dua pekan. Bahan baku itu, ia beli seharga Rp 77 juta, di Oktober tahun lalu. Kini harga per 150 karung sudah berada di nilai Rp 84 juta.

Sementara harga kedelai per kilonya mencapai Rp 11,2 ribu. Yang mana di Oktober 2021 lalu masih berada di harga Rp 10,3 ribu per kilogramnya.

"Naiknya drastis sekali loh," keluhnya.

Lebih lanjut, untuk harga tahu dan tempe eceran yang ia jual, justru tidak mengalami kenaikan sama sekali. Alias harganya tetap. Pasalnya, apabila menaikan harga, ditakutkan daya beli masyarakat menurun.

Seperti satu bungkus tahu, ia tetap jual dengan harga Rp 5 ribu. Untuk tempe kecil Rp 2,5 ribu. Kemudian, tempe ukuran panjang Rp 6 ribu, dan ukuran paling besar seharga Rp 9 ribu. Sementara, untuk per kalengnya tahu dan tempe ia jual seharga Rp 100 ribu.

Baca Juga:Tak Tanggapi Ucapan Pengamat Soal ASN Positif Narkoba, Basri: Tak Bisa Dipecat, Harus Ikut Aturan

"Mau dikata satu kaleng untungnya Rp 20 ribu hasilnya kita terima saja, kalau mau naikkan rasanya pelanggan juga berat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini