SuaraKaltim.id - Peristiwa menggemparkan terjadi di Balikpapan. Kerja bakti untuk membangun tempat ibadah Nasrani di sana justru berujung nahas lantaran Anis menikam Marselinus Raja (40) sampai meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Tepo, RT 10, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, pada Minggu (15/5/2022) siang. Tak cuma Marselinus Raja, korban satunya bernama Agus (45) harus dilarikan ke rumah sakit.
DPRD Kota Samarinda mulai gerah. Lantaran, hingga saat ini kapal-kapal yang kerap melintas di Sungai Mahakam tak ada yang memberikan kontribusinya terhadap pendapatan daerah. Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun mengatakan hal tersebut.
Berikut rangkuman berita terpopuler Kaltim, 16 Mei 2022:
1. Peristiwa Berdarah Kerja Bakti Bangun Tempat ibadah Nasrani di Balikpapan, Anis Tikam Marselinus Raja Sampai Meninggal
Baca Juga:Gubernur Kaltim Isran Noor Singgung Soal Dana CSR Perusahaan: Fokus Pembangunan Rumah Layak Huni

Warga di kawasan Jalan Tepo, RT 10, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, pada Minggu (15/5/2022) siang, dibuat gempar. Satu korban bernama Marselinus Raja (40) meninggal dunia sedangkan korban satunya Agus (45) dilarikan ke rumah sakit.
Kejadian bermula ketika terduga pelaku bernama Anis (45) bersama korban dan warga sedang melakukan kerja bakti membangun Kapel atau Rumah Ibadah umat Nasrani sekira pukul 11.30 Wita.
2. Dewan Mulai Gerah, Banyak Kapal Melintas di Sungai Mahakam, Tak Satupun yang Beri Kontribusi ke Samarinda
![Kapal tongkang bermuatan batu bara di perairan Sungai Mahakam di tengah Kota Samarinda. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/05/16/40581-kapal-tongkang-bermuatan-batu-bara-di-perairan-sungai-mahakam-di-tengah-kota-samarinda-istimewa.jpg)
Komisi I DPRD Kota Samarinda berencana untuk mengatur payung hukum terkait lalu lintas kapal yang melintas di Sungai Mahakam. Hal itu, dilakukan untuk melihat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Samarinda.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun mengatakan, hingga saat ini kapal-kapal yang kerap melintas di Sungai Mahakam itu tak ada kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
- 1
- 2