facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

DPM-PTSP Bontang Siapkan 1.100 Hektar Lahan di Kota Taman Buat Investor

Denada S Putri Rabu, 18 Mei 2022 | 18:30 WIB

DPM-PTSP Bontang Siapkan 1.100 Hektar Lahan di Kota Taman Buat Investor
Ilustrasi lahan kosong untuk investor. [Istimewa]

"Kami sih ingin ada investor terkait pergudangan untuk di Bontang. Lahan sudah ada tinggal mencari saja..."

SuaraKaltim.id - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang gencar menawarkan investor yang ingin menanamkan modal mereka di Kota Taman. DPM-PTSP mengaku, sudah menyiapkan 1.100 hektar lahan untuk kepentingan industri di Bontang Lestari. 

Hal itu disampaikan langsung Kepala DPM-PTSP Bontang Asdar. Ia mengatakan, untuk 2022 ini timnya keliling menawarkan proposal ke sejumlah investor. 

Saat ini tengah berjalan komunikasi kepada PT Kawasan Industri Makassar (KIMA). Perusahaan pengelola kawasan pergudangan ini diajak untuk berinvestasi di sini. 

"Kami sih ingin ada investor terkait pergudangan untuk di Bontang. Lahan sudah ada tinggal mencari saja, sementara dengan PT KIMA masih berlangsung proses komunikasinya," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (18/5/2022). 

Baca Juga: Distribusi Air di Bontang Terganggu, Perumda Tirta Taman Sebut Akibat Pemadaman Listrik

Lebih lanjut, untuk proses perizinan saat ini sangat mudah untuk dibuat. Hanya mengakses secara online sehingga pengusaha bisa langsung mengurus izin, kalau ada yang dibutuhkan bisa saja langsung mendatangi kantor DPM-PTSP.

Tentu kepada perusahaan bersekala besar membutuhkan persetujuan Pemerintahan Pusat. Sedangkan, untuk jenis pengusaha yang sektor m bisa langsung mengurus Nomor Induk Berusaha melalui laman OSS yang langsung terinput secara online. Meski begitu, pada 2022 ini DPM-PTSP tentu memiliki target menjaring investasi di segala sektor.

"Sangat mudah sebenarnya. Tinggal melihat kesiapan daripada investor yang akan menanamkan modal di Kota Bontang," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait