facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tiap Hari Kasus Covid-19 Diklaim Menurun di Balikpapan, DKK Berharap Pemakaian Masker di Dalam Ruangan Tetap Berlaku

Denada S Putri Selasa, 24 Mei 2022 | 13:04 WIB

Tiap Hari Kasus Covid-19 Diklaim Menurun di Balikpapan, DKK Berharap Pemakaian Masker di Dalam Ruangan Tetap Berlaku
Andi Sri Juliarty. [Inibalikpapan.com]

DKK dan Puskesmas fokus untuk BIAN, untuk percepatan vaksinasi Covid kami dibantu TNI Polri, KKP dan relawan lainnya untuk Covid, aku Dio.

SuaraKaltim.id - Hingga saat ini kasus Covid-19 trennya mulai melandai, hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi warga Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, sampai saat ini kasus Covid-19 terus melandai di Kota Minyak. Terkini, Balikpapan masih menunggu instruksi Mendagri yang akan keluar berkaitan status levelnya.

“Mengenai kebijakan pusat untuk pelonggaran pemakaian masker di luar ruangan kita mendukung saja, tetapi kalau di dalam gedung berharap masih pakai masker,” ujarnya saat diwawancarai, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Senin (23/5/2022).

Terkait kegiatan vaksinasi Covid-19 di Balikpapan, katanya, terus dilakukan. Walaupun DKK dan UPT puskesmas memiliki tugas untuk melancarkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), maka pihaknya berbagi tugas.

Baca Juga: Taman Tematik Orchidarium Dikembangkan di Balikpapan, Libatkan 3 Perusahaan Migas Ternama

“DKK dan Puskesmas fokus untuk BIAN, untuk percepatan vaksinasi Covid kami dibantu TNI Polri, KKP dan relawan lainnya untuk Covid,” aku Dio sapaan Andi Sri Juliarty.

Sementara itu, untuk pelaksana vaksinasi booster, dia mengaku memang secara teori medis ada penurunan. Tapi katanya hal itu bergantung dari masing-masing kondisi fisiknya.

"Mengenai booster lagi belum terima informasinya. Tapi saran kami lebih baik kita fokus selesaikan booster untuk masyarakat dulu,” akunya.

“Di Balikpapan presentase booster sudah di 36 persen secara umum, kendala mungkin masyarakat cukup puas dengan hanya dua dosis dan melihat kasus melandai, tapi sebaiknya dilakukan,” pungkasnya.

Baca Juga: Ekspor Kepiting Disebut Jadi Komoditi Andalan Kaltim, Bahan Baku Diambil dari Beberapa Daerah Ini

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait