Ia mengakui, omzetnya turun karena pasokan sapi tahun ini kurang dari pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal itu mempengaruhi penjualannya.
Ia membeberkan pula, akibat wabah PMK tersebut, ia tak dapat mencukupi kebutuhan pembeli yang biasanya berlangganan padanya.
Agar mendapatkan kepercayaan lagi dari para pembeli, pria yang memulai usaha peternakan sejak 2010 dan memiliki 6 sapi ini menegaskan, sapi-sapinya sudah terbebas dari PMK.
Bahkan katanya, turut serta dari dinas peternakan sudah sempat memberikan penyuluhan dan pencegahan PMK.
Baca Juga:Pemkot Bandar Lampung Larang Hewan Kurban dari 3 Daerah Ini Masuk
“Ada penyuluhan, waktu baru awal-awal penyakit kemarin,” sebutnya.
Tak lupa, ia berharap keadaan kembali normal serta sapi yang dari luar daerah dapat masuk kembali.
“Kalau sapinya sakit lebih baik sapi itu saja yang ditahan,” tutupnya.