Kamaruddin juga membeberkan masa lalu ketika sempat hendak mendapatkan ancaman pembunuhan. Dia mengklaim, teror itu terjadi ketika dirinya membuka kasus-kasus korupsi seperti wisma atlet dan e-KTP.
"Makanya, istri saya saja sudah dibakar hidup-hidup di dalam mobil, faktanya masih selamat. Saya sudah (diancam dibunuh) (ada yang) dikasih uang Rp11 miliar untuk membunuh saya waktu 2011, wakru saya buka wisma atlet yang berujung pada e-KTP...saya masih hidup. Jadi untuk apa kita takut?" tanyanya.
Dia pun menganggap jika takut menghadapi penjahat, maka pelaku-pelakunya termasuk mafia akan tumbuh subur.
"Jadi kita kalau berani dan tidak takut, kejahatan yang habis. Penjahat yang berkurang, bener gak? Tapi kalau kita takut sama mafia, sama penjahat, maka penjahat itu akan subur. Oleh itu mari kita rebut Polri, dari tangan mafia, setuju gak? Polri tidak boleh lagi ditangan mafia. Bila perlu kita tingkatkan gaji Polri itu minimal 25 juta per bulan, yang jenderalnya ratusan juta. Yang penting jangan mengabdi kepada penjahat dan mafia, bener gak?" sambatnya.
Baca Juga:Ruslan Buton Sebut Perbuatan Ferdy Sambo Lebih Ngeri dari PKI: 'Jenderal Membantai Ajudannya'
Kontributor : Muhammad Indian Rais