Sempat Cekcok, Suami Tega Tebas Istrinya Pakai Parang di Balikpapan, Motif Masih Didalami Polisi

Kompol Rengga Puspo Saputro membenarkan kejadian tersebut.

Denada S Putri
Rabu, 21 September 2022 | 11:30 WIB
Sempat Cekcok, Suami Tega Tebas Istrinya Pakai Parang di Balikpapan, Motif Masih Didalami Polisi
Kondisi korban sang istri sebelum merenggang nyawa. [Inibalikpapan.com]

SuaraKaltim.id - Kasus mengerikan terjadi di RT 15, Karang Rejo, Balikpapan Tengah. Kala itu terdengar adanya cekcok antara pasangan suami istri (Pasutri) di salah satu rumah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/9/2022) kemarin.

Akibat kejadian tersebut sang istri berinisial UA (59) tewas setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo akibat luka bakar dan tebasan parang oleh suaminya berinisial YS (55).

Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 13.30 Wita. Ketika itu warga terkejut mendengar adanya suara ledakan dan asap yang muncul dari dalam rumah pasutri tersebut. Tetangga pun terkejut dan mencoba memeriksa apa yang terjadi di dalam rumah.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro membenarkan kejadian tersebut. Namun saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Baca Juga:Kapolri Diminta Waspada Serangan Balik Ferdy Sambo Diluar Proses Hukum

“Ada cekcok antar suami istri, sementara keduanya ada di rumah sakit,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (21/9/2022).

Rengga mengatakan, pihaknya masih terus mendalami motif dari cekcok tersebut. Namun pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi termasuk anak korban.

“Untuk motif masih kami dalami, yang jelas korban dalam perawatan karena ada luka bakar,” tuturnya.

Informasinya setelah dibawa ke rumah sakit, sayangnya nyawa UA tidak tertolong. Dia menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 15.50 Wita lantaran mengalami luka bakar dan tebasan parang.

Baca Juga:Bantah Playboy, Hotman Paris Bongkar Alasan Punya Banyak Aspri Cantik

News

Terkini

Dalam video yang diunggah di akun @viral62com, Jeje tengah duduk bersama Bryan Domani.

Lifestyle | 07:00 WIB

Petani itu dari 50 tahun tidak beranjak kesejahteraannya. Kita ingin petani mengurus pertanian saja, tidak perlu mengurus harga. Kita akan atur itu sehingga Rp100 triliun

News | 18:33 WIB

Korban hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Lhoknga

News | 17:24 WIB

Udah kere beraninya keroyokan mana sama Orang Tua

News | 16:48 WIB

Tentu kita kecewa dengan hasil ini, karena kita ingin menang, tapi kekalahan memang bisa terjadi dalam pertandingan

News | 13:08 WIB

Larva atau maggot dari lalat hitam jadi bahan utama produksi pelet ikan (pakan ikan)

News | 11:39 WIB

Koordinator CS Hasbi mengatakan, pihak RSUD Taman Husada sudah membayarkan kewajiban mereka.

News | 09:00 WIB

Setiap bulan, ujarnya, harga komoditas tepung terigu terus melambung tinggi.

News | 08:30 WIB

Keterangan awal didapat dari ayah korban. Ayah korban saat itu berada di rumahnya.

News | 08:00 WIB

Aji Erlynyawati mengatakan, alokasi dana BLT itu berdasarkan arahan Menteri Keuangan.

News | 07:30 WIB

Terlihat di video, ada suara seorang wanita yang memanggil para emak-emak untuk naik ke atas panggung buat berjoget.

News | 07:00 WIB

Tingkat kelembapan di Kaltim dimulai dari angka 60 sampai 100 persen.

News | 06:00 WIB

"Karena pandemi Covid-19 masih ditetapkan pemerintah sampai saat ini, bahkan semua kabupaten/kota di Kalsel masih status PPKM level 1," ujar Diauddin.

| 03:20 WIB
Tampilkan lebih banyak