Mengenal Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur, Dua Kerajaan Hasil Pecahan Kerajaan Berau

Dua kerajaan hasil pecahan Kerajaan Berau adalah kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur.

Denada S Putri
Selasa, 06 Februari 2024 | 18:39 WIB
Mengenal Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur, Dua Kerajaan Hasil Pecahan Kerajaan Berau
Kesultanan Gunung Tabur. [Ist]

SuaraKaltim.id - Kerajaan Berau merupakan kerajaan yang didirikan sekitar abad ke-14 di wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sekarang ini. Saat berdiri, pusat pemerintahan kerajaan Berau awalnya berkedudukan di Sungai Lati yang sekarang menjadi lokasi pertambangan Batu Bara PT. Berau Coal.

Kemudian pada masa pemerintahan terakhirnya, Kerajaan Berau ini pecah menjadi dua. Dua kerajaan hasil pecahan Kerajaan Berau adalah kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur. Berikut penjelasan tentang kedua kerajaan ini.

Kesultanan Sambaliung

Kesultanan Sambaliung yang sebelumnya bernama Kerajaan Tanjung adalah kesultanan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau sekitar tahun 1810-an. Sultan Sambaliung pertama adalah Sultan Alimuddin yang lebih dikenal dengan nama Raja Alam.

Baca Juga:Berau Masuk Zona Merah DBD, 333 Kasus dan 3 Kematian

Raja Alam adalah keturunan dari Baddit Dipattung atau yang lebih dikenal dengan Aji Suryanata Kesuma, Raja Berau pertama. Generasi ke-9 dari Aji Suryanata Kesuma, yakni Aji Dilayas mempunyai dua anak yang berlainan ibu bernama Pangeran Tua dan Pangeran Dipati.

Kemudian, kerajaan Berau diperintah secara bergantian antara keturunan Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Karena ini, perbedaan pendapat sering terjadi hingga menimbulkan insiden.

Akhirnya, Raja Alam yang merupakan cucu dari Sultan Hasanuddin dan cicit dari Pangeran Tua, atau generasi ke-13 dari Aji Surya Nata Kesuma mengambil alih.

Raja Alam yang menjadi sultan pertama di Tanjung Batu Putih mendirikan ibu kota kerajaannya di Tanjung pada tahun 1810 yang kemudian menjadi kerajaan Sambaliung.

Kesultanan Gunung Tabur

Baca Juga:Kenangan Jembatan Ulin di Berau, Sempat Diklaim Jadi Jembatan Terpanjang di Asia

Buntut dari insiden yang terus terjadi dan berakhir dengan perpecahan, Kesultanan Gunung Tabur kemudian dipimpin oleh keturunan dari Aji Pangeran Dipati.

Pewaris takhta dari keturunan dari Aji Pangeran Dipati yakni Sultan Gazi Mahyudi, memperoleh wilayah di sebelah utara Sungai Berau, serta wilayah kiri dan kanan Sungai Segah.

Sultan Gazi Mahyudi kemudian mendirikan Kesultanan Gunung Tabur. Selama Perang Dunia II tahun 1945, Istana Gunung Tabur dibom oleh sekutu. Alhasil, dari bekas bom itu membuat tidak ada bagian dari istana yang tersisa.

Tetapi pada tahun 1990, Istana Gunung Tabur dibangun kembali dan dijadikan sebagai museum yang diberi nama Museum Batiwakkal yang diresmikan pada tahun 1992.

Kontributor: Maliana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini