Kasus Bullying di SMPN 13 Balikpapan, 6 Pelaku Minta Maaf

Nasrun, wali kelas tempat kejadian terjadi menjelaskan, aksi bullying terjadi pada Selasa (27/04/2024).

Denada S Putri
Senin, 04 Maret 2024 | 16:15 WIB
Kasus Bullying di SMPN 13 Balikpapan, 6 Pelaku Minta Maaf
Tangkapan layar video, aksi bullying di dalam kelas salah satu SMPN 13 di Balikpapan Timur. [kaltimtoday.co]

SuaraKaltim.id - Sebuah video aksi bullying yang dilakukan sekelompok pelajar SMP di Kota Balikpapan, viral belum lama ini. Kejadian tersebut terjadi di salah satu ruang kelas SMP Negeri 13 di Kecamatan Balikpapan Timur.

Setelah video tersebut menjadi viral, enam pelaku bullying mendatangi kantor Unit PPA Polresta Balikpapan untuk mediasi bersama pihak keluarga korban.

Dalam video berdurasi 2 menit 36 detik yang beredar melalui pesan WhatsApp, terlihat sekelompok pelajar melakukan kekerasan fisik terhadap korban di dalam kelas selama jam istirahat. Korban terlihat tak berdaya dan hanya duduk di kursi belajarnya tanpa melakukan perlawanan.

Nasrun, wali kelas tempat kejadian terjadi menjelaskan, aksi bullying terjadi pada Selasa (27/04/2024) selama jam istirahat sekolah. Kejadian tersebut tidak diketahui oleh guru-guru sampai video tersebut dikirimkan melalui WhatsApp tiga hari kemudian.

Baca Juga:TBC di Kaltim Masih Tinggi, 811 Kasus Ditemukan di Januari 2024

"Kami kaget karena video itu baru kami terima pada Jumat malam sekitar pukul 19.00," kata Nasrun, melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Senin (04/03/2024).

Dalam video yang tersebar luas, terdapat enam pelaku dan satu korban, yang semuanya merupakan teman sekelas.

Viralnya kasus bullying ini mengejutkan pihak sekolah karena setelah kejadian, korban dan pelaku terlihat bermain seperti biasa dan tidak menunjukkan adanya masalah.

Pihak sekolah memfasilitasi perdamaian antara pelaku dan korban melalui Unit Reskrim PPA Polresta Balikpapan sebagai respons terhadap viralnya video tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari satu jam, semua pihak yang terlibat dalam video tersebut sepakat untuk berdamai, dan pihak sekolah berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap siswa di lingkungan sekolah guna mencegah kasus serupa di masa depan.

Baca Juga:1 Meninggal Dunia, 87 Petugas KPPS Jatuh Sakit, KPU Balikpapan Percepat Santunan Rp 36 Juta

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini