Ancaman Baru di Sungai Kaltim, Spesies Asing Membahayakan Ikan Asli

Ia menyarankan untuk membuat master plan pengelolaan biota air tawar ini.

Denada S Putri
Selasa, 07 Mei 2024 | 17:00 WIB
Ancaman Baru di Sungai Kaltim, Spesies Asing Membahayakan Ikan Asli
Sungai Mahakam. [Ist]

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di Sungai Kelay yang berada di kawasan PT Wana Bakti Persada Utama -PT WBPU- menjadi habitat bagi 39 spesies ikan dan lima spesies krustasea," sebutnya.

Selain menemukan ikan yang terancam punah, pihaknya juga menemukan ikan status rentan, yaitu ikan atuk bensong (barbodes bunau).

Menurut data penelitian sebelumnya dari Daniels pada 2020, ikan atuk sembelung biasanya ditemui di bagian tengah Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam, tercatat di sebuah sungai gambut yang mengalir masuk ke Sungai Mahakam.

Adapun untuk ikan atuk bensong, kata Donan, diketahui habitatnya mudah ditemui di DAS Seturan Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara). Maka, Donan mengatakan bahwa keberadaan mereka di Kabupaten Berau ini menjadi informasi yang baru.

Baca Juga:Legenda Lamin Talunsur, Sebuah Desa yang Tenggelam di Dasar Sungai

“Temuan ini, menunjukkan bahwa perairan di sekitar PT WBPU dalam kondisi yang masih alami, tidak mengalami gangguan berat, dan menjadi habitat yang sesuai bagi biota perairan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi warga setempat, masih terdapat spesies ikan yang belum dijumpai selama penelitian, yaitu patin (Pangasius sp) dan sidat (Anguilla sp).

Hal ini menunjukkan bahwa daftar spesies ikan masih dapat bertambah jika survei dilanjutkan. Habitat perairannya pun terbukti menyimpan potensi keanekaragaman hayati ikan dan krustasea yang tinggi, termasuk potensi temuan spesies baru.

Adapun pada lanskap Desa Muara Siran, tim peneliti menemukan 57 spesies ikan dan lima spesies krustasea. Dari daftar tersebut, 51 spesies ikan dan empat spesies krustasea merupakan spesies asli Indonesia, sisanya spesies introduksi (spesies alien).

“Ada yang bersifat menyerang dan ada yang berstatus asing,” lanjut anggota tim peneliti dari UGM, Rury Eprilurahman.

Baca Juga:Resep Ikan Asin Asam Manis Khas Banjar, Sedap Disantap di Siang Hari

Rury yang juga dosen di Fakultas Biologi UGM itu mengatakan, spesies invasif seperti ikan nila, sapu-sapu, dan mas, mudah sekali ditemukan di wilayah Desa Muara Siran dan sekitarnya. Adapun yang berjenis asing seperti ikan patin, sepat siam, dan udang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini