Ancaman Baru di Sungai Kaltim, Spesies Asing Membahayakan Ikan Asli

Ia menyarankan untuk membuat master plan pengelolaan biota air tawar ini.

Denada S Putri
Selasa, 07 Mei 2024 | 17:00 WIB
Ancaman Baru di Sungai Kaltim, Spesies Asing Membahayakan Ikan Asli
Sungai Mahakam. [Ist]

Melihat mulai ditemukan spesies asing ini, Rury mengatakan, perlu lebih banyak sosialisi tentang dampaknya ke depan.

"Spesies yang diintroduksi ini akan mengancam bagi ekosistem dan kelestarian spesies asli,” tambahnya.

Rury menyarankan untuk melakukan pelarangan pelepasliaran spesies asing di wilayah Muara Siran dan sekitarnya. Desa Muara Siran, adalah desa yang masih memiliki danau dan rawa gambut yang terjaga baik di Kaltim.

Lahan gambut di desa ini merupakan daerah resapan air dan hutan rawa gambut dengan formasi pohon kahoi (Shorea balangeran) terbesar di Kaltim.

Baca Juga:Legenda Lamin Talunsur, Sebuah Desa yang Tenggelam di Dasar Sungai

Wakil Ketua Yayasan Wahana Gerakan Lestari Indonesia Susilo Irwan Jasmono mengatakan bahwa selama ini warga di sekitar lokasi hanya memanfaatkan sebatas konsumsi.

“Potensi untuk ikan hias, dan wisata minat khusus sangat besar di Kalimantan Timur,” sebutnya pada kesempatan yang sama.

Ia mengatakan pula bahwa ikan hias ini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada ikan konsumsi. Ikan hias itu dijual dengan harga per ekor.

“Harga satu ekor ikan hias bisa senilai satu kilo ikan yang dikonsumsi,” timpalnya.

Ia menyarankan untuk membuat master plan pengelolaan biota air tawar ini. Dengan begitu, semakin cepat diatur tata kelola ikan itu, maka semakin terjamin kelestariannya.

Baca Juga:Resep Ikan Asin Asam Manis Khas Banjar, Sedap Disantap di Siang Hari

“Penelitian ini merupakan langkah awal dalam mendokumentasikan kekayaan biota ekosistem air tawar di Kalimantan Timur,” beber Manajer Senior Program Terestrial YKAN Niel Makinuddin. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini