Dua SMP Baru Dibangun di Balikpapan, Anggaran Total Rp 53 Miliar

Irfan mengemukakan, pihaknya juga selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan OPD serta stakeholder lainnya.

Denada S Putri
Senin, 24 Juni 2024 | 14:40 WIB
Dua SMP Baru Dibangun di Balikpapan, Anggaran Total Rp 53 Miliar
Kepala Disdikbud Balikpapan Irvan Taufik. [Inibalikpapan.com]

SuaraKaltim.id - Pembangunan SMP di Balikpapan Tengah dan Balikpapan Timur pada tahun ini akan segera dikerjakan. Masing-masing sudah dimemiliki tender. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Irvan Taufik.

Ia mengatakan, pembangunan  SMP di Balikpapan Tengah sudah diumumkan pemenang tendernya. Sehingga segera dikoordinasikan untuk melakukan penataan lahan untuk segera di bangun di Balikpapan Tengah.

“Dengan anggaran sekitar Rp 28 miliar, dan di Balikpapan Timur sekitar Rp 25 miliar,” ujar Irvan, disadur dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Senin (24/06/2024).

Di Balikpapan Tengah, merupakan satu-satunya kawasan di Balikpapan yang hanya memiliki 1 SMP Negeri yakni SMPN 22 dan terletak di kawasan Sumber Rejo. Dimana kawasan itu memiliki penduduk yang cukup padat.

Baca Juga:Penikaman Brutal di Balikpapan, Remaja 17 Tahun Tewas di Tangan Teman Sendiri

“Maka, di tahun ini kami prioritaskan,” ucapnya.

Lokasi pembangunan sekolah di Balikpapan Tengah masih sama seperti perencanaan yaitu di lapangan Tenis Manuntung yang merupakan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Disdikbud juga telah membangun sejumlah sekolah yang saat ini telah siap digunakan. Yakni, SMP 25 Balikpapan Barat, SD dan SMP Terpadu di Balikpapan Selatan.

Tak hanya infrastruktur, Disdikbud juga menambah sejumlah SDM yaitu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sebanyak 1700 orang yang bertugas untuk membantu guru-guru yang pensiun.

“Dengan adanya tambahan itu, alhamdulillah mereka terbantu,” ungkapnya.

Baca Juga:Misteri Kematian IR: Luka Leher Jadi Pertanyaan, Diduga Korban Kekerasan?

Irfan mengemukakan, pihaknya juga selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder lainnya. Seperti, sekolah rujukan Google dengan kelas pintar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini