BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada

Masyarakat juga diimbau mewaspadai kemungkinan pohon tumbang, karena hujan yang turun juga berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Denada S Putri
Rabu, 02 April 2025 | 19:48 WIB
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi hujan dan angin kencang. [Ist]
Ilustrasi pasang laut pesisir. [Ist]
Ilustrasi pasang laut pesisir. [Ist]

Peringatan BMKG: Waspadai Dampak Pasang Laut di Pesisir Kaltim pada 2 April 2025

BMKG Stasiun Balikpapan mengimbau masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) yang beraktivitas di pantai agar mewaspadai pasang laut yang diperkirakan mencapai 2,8 hingga 2,9 meter pada masa libur Lebaran, khususnya pada 2 April 2025 ini.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida, menyampaikan peringatan ini di Balikpapan pada Selasa (01/04/2025).

"Sejumlah kawasan pesisir di Provinsi Kaltim akan mengalami pasang laut di tanggal 2 besok. Di Balikpapan misalnya akan ada pasang setinggi 2,8 meter pukul 07.00 - 08.00 WITA," kata Diyan, dikutip dari ANTARA, Rabu (02/04/2025).

Baca Juga:Peringatan BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Arus Mudik di Kaltim

Fenomena pasang laut ini dapat menimbulkan berbagai dampak, termasuk banjir rob yang berpotensi membahayakan anak-anak yang sering bermain di pantai.

Oleh karena itu, orang tua diminta untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak mereka. Selain itu, pasang laut juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi warga setempat.

Di perairan Balikpapan, terdapat setidaknya empat kawasan yang terdampak pasang surut laut, yakni Samboja dan sekitarnya, Balikpapan sendiri, Penajam Paser Utara (PPU), serta Kabupaten Paser.

Diyan menambahkan bahwa di kawasan pesisir tersebut terdapat banyak tambak aktif. Jika terjadi pasang laut, arus yang kuat dikhawatirkan dapat merusak atau bahkan menghanyutkan hasil budidaya masyarakat, seperti udang, ikan, dan kepiting.

Selain itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta kehidupan masyarakat pesisir juga dapat terganggu. Bahkan, air laut berisiko masuk ke pemukiman, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat mengakibatkan genangan dan banjir.

Baca Juga:Dugaan Permainan? Sidang Warga Telemow Tetap Digelar Meski Beredar Isu Penundaan

BMKG juga memberikan peringatan dini kepada warga di sejumlah kawasan pesisir lainnya di Kaltim, termasuk muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi) dan sekitarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini