- Massa aksi 21 April mulai memadati titik kumpul di Islamic Center Samarinda.
- Mereka yang telah hadir merupakan kelompok masyarakat dan sejumlah organisasi.
- Sementara mahasiswa dari berbagai kampus mulai bergerak menuju lokasi unjuk rasa.
"Jujur itu enggak ngenakutin mahasiswa dan enggak ngenakutin teman-teman massa dan enggak akan menggetarkan kita atau menggoyahkan kita," ujarnya.
Ia menilai bahwa langkah pengamanan tersebut justru memperlihatkan respons pemerintah terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Dalam pandangannya, hal itu tidak mengubah sikap massa yang tetap berkomitmen melanjutkan aksi.
"Karena memang tujuannya di sini adalah kita ingin meluapkan rasa kecewa kita. Dengan cara begitu, malah memperlihatkan kepada kita bahwasanya gubernur memang tidak melaksanakan kebijakannya dengan benar dan itu bukan membuat dia kelihatan jadi benar malah kelihatan jadi makin salah gitu," kata Bella.
Ia kembali menegaskan bahwa kondisi pengamanan di kantor gubernur tidak memengaruhi rencana aksi yang telah disusun. Massa tetap berkumpul dan menunggu kedatangan peserta lain, khususnya dari kalangan mahasiswa.
"Jadi saya rasa itu enggak membuat kita jadi takut. Jadi ya itulah pandangan untuk pagar-pagar tidak jelas yang ada di gubernur itu," tutupnya.
Hingga saat ini, jumlah massa di Islamic Center terus bertambah seiring kedatangan peserta dari berbagai daerah.
Kontributor: Giovanni Gilbert