- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyatakan kritik merupakan bentuk kepedulian.
- Dia bakal mengevaluasi dan mengaudit secara terbuka ke publik perihal kebijakannya.
- Rudy Mas'ud meminta maaf terkait pernyataan yang mencontohkan tokoh nasional.
SuaraKaltim.id - Polemik kebijakan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) perihal kebijakan renovasi rumah jabatan hingga penunjukan anggota keluarga pejabat dalam struktur pemerintahan masih menjadi perbincangan.
Efek dari itu, ribuan massa dari masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi 21 April di Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim pada Selasa (21/4/2026) lalu.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyatakan kritik keras dari masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah.
Sebagai bentuk komitmen, Rudy memutuskan untuk menanggung secara pribadi biaya pengadaan barang yang dinilai di luar fungsi kedinasan.
Hal tersebut mencakup item yang memicu kontroversi di masyarakat, seperti kursi pijat dan akuarium air laut.
"Seluruh item dalam paket renovasi akan kami evaluasi dan audit ulang secara terbuka agar masyarakat dapat melihat dengan jelas dan ikut mengawasi," ujarnya dikutip Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Minggu (26/4/2026).
Rudy Mas'ud menegaskan tak akan mencari alasan dan mengambil tanggung jawab penuh sebagai gubernur saat ini.
Terkait renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar yang menjadi sorotan, Rudy menjelaskan bahwa perencanaan tersebut sudah ada sebelum dirinya menjabat.
Langkah drastis juga diambil Rudy terkait isu dinasti politik.
Mulai Senin (27/4/2026), ia memutuskan untuk meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemprov Kaltim, termasuk posisi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur, Hijrah Mas'ud.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf terkait kegaduhan terkait kebijakan renovasi rumah jabatan dan penunjukan adiknya dalam Tim Ahli Gubernur.
"Saya menyadari ada hal-hal yang perlu saya perbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," sebut Rudy.
Selain itu, dia memohon maaf atas pernyataannya sebelumnya yang membandingkan relasi keluarga Prabowo dan sang adik Hashim yang sempat memicu penafsiran keliru.
Dia berjanji akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang salah di masa depan.
Rudy berkomitmen untuk meningkatkan transparansi kebijakan agar dapat diawasi bersama oleh publik. Ia berjanji akan lebih peka dan mendahulukan kebutuhan dasar masyarakat Kaltim di atas kepentingan fasilitas pimpinan.