Cara mencungkilnya sangat mudah, dia lantas menghabiskan semua uang di kota amal dengan waktu kurang dari 1 menit.
“Kami pernah nasehatin juga jangan bawa anaknya kalau lakukan tindakan jahat. Alasannya curi uang kotak amal karena kesulitan ekonomi. Mau dibantu tapi bagaimana, ini jadi kebiasaan,” ujarnya.
Sebenarnya, kata dia, kedua pelaku dibawa ke kantor polisi, bukan untuk dilaporkan tindak pidana. Tapi pihak pengelola masjid meminta polisi agar memberi efek jera dan nasihat saja.
"Kasian saja, kami tidak mau menindaklanjutinya ke hukum. Cukup dengan mediasi, semoga bisa lebih baik. Urusan kotak amal yang hilang itu sudah dihitung sama Allah," ucapnya.
Disinggung jumlah uang yang sudah dicuri, Rachmad tidak tahu.
"Untuk total kerugian kami tidak tau ya. Karena kami tidak pernah hitung berapa uang yang ada didalam kotak amal," katanya.
Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan mengatakan pihaknya hanya memediasi perkara pencurian uang kotak amal. Pihak masjid juga tidak ingin kedua pelaku dipenjara.
"Iya benar, memang sempat mengamankan ibu dan anak itu. Setelah itu dilakukan mediasi saja antara kedua belah pihak. Mereka datang ke masjid berpura-pura sholat, tapi mengambil uang di kotak amal. Sudah berapa kali dilakukan,” jelasnya.
Saat ini, si ibu sudah berjanji dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mencuri lagi.
Baca Juga: Alhamdulillah! Pariwisata Samarinda Dapat Hibah Rp 15 M dari Kemenparekraf
“Si Ibu katanya tobat berjanji tidak akan melakukan pencurian. Mediasinya dalam bentuk pelaku membuat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan seperti itu lagi," ujarnya.
Kontributor : Alisha Aditya
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu