Scroll untuk membaca artikel
Sapri Maulana
Kamis, 25 Februari 2021 | 16:01 WIB
Wali Kota Balikpapan Terpilih Rahmad Mas'ud saat diwawancarai wartawan di Balikpapan, Kamis (25/2/2021).

SuaraKaltim.id - Wali Kota Balikpapan terpilih Rahmad Mas’ud beri penjelasan, saat ditanya pewarta tentang siapa pengganti Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih almarhum Thohari Azis.

Menanggapi siapa sosok yang akan mendampinginya memimpin Kota Minyak empat tahun ke depan, Wali Kota Balikpapan terpilih, Rahmad Mas'ud mengatakan, pihaknya belum membahas ke sana karena ada beberapa faktor.

"Untuk masalah siapa wakil, kami belum bisa membicarakannya dulu karena pertama masih dalam suasana duka. Yang kedua kami juga belum dilantik. Tahapannya masih panjang. Kemudian yang ketiga, kalau menentukan wakil harus melibatkan partai pengusung,” ujar Rahmad di Balikpapan, Kamis (25/2/2021) siang.

“Kan ada beberapa partai pengusung, tentu prosesnya tidak mudah. Artinya jangan sampai nantinya pemilihannya tidak maksimal," sambungnya.

Baca Juga: Masih Trauma, Risti Berbagi Kisah dan Pesan Almarhum Thohari Azis

Meski Rahmad belum mau mengungkap seperti apa sosok yang akan mendampinginya. Beberapa nama telah santer disebut-sebut akan menempati posisi Wakil Wali Kota Balikpapan, salah satunya adalah istri almarhum Thohari Azis, Risti Utami.

Hal itu juga tidak ditepis Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Timur Safaruddin, saat diwawancarai Suarakaltim.id, Kamis (25/2/2021) siang.

Dikatakannya, saat ini ada tiga nama yang sudah berproses di Kaltim dan tengah dikonsultasikan ke pusat.

"Masih berproses. Ada dua tiga nama yang dikonsultasikan ke pusat termasuk istri almarhum," ujarnya.

Namun meski demikian, anggota DPR-RI dari Dapil Kaltim ini mengaku, nama-nama tersebut masih sebatas diskusi karena tahapannya boleh diusulkan setelah Wali Kota dan Wakil Wali Kota resmi dilantik.

Baca Juga: Kata Istri Almarhum Thohari Aziz Jika Dipilih Jadi Wawali Kota Balikpapan

Sementara saat disinggung soal kemungkinan adanya nama lain di luar kader PDI-P atau yang diusulkan partai koalisi pendukung lainnya, Safaruddin berpandangan yang mengantikan almarhum mestinya tetap dari PDI-P karena almarhum memang kader mereka.

Load More