SuaraKaltim.id - Pada awal tahun, tepatnya Februari 2021 lalu, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Provinsi Kalimantan Timur masih rendah hanya 43,82 persen akibat masih minimnya warga luar yang berkunjung.
"TPK pada Februari ini naik 0,84 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 42,98 persen. Meski naik, namun TPK tersebut masih rendah," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono di Samarinda dilansir dari ANTARA, Minggu (4/4/2021).
Sementara jika dibandingkan dengan Februari 2020, maka terjadi penurunan TPK 17,43 persen, yakni dari 61,25 persen di Februari 2020 menjadi 43,82 persen di Februari 2021.
TPK yang rata-rata 43,82 persen pada Februari 2021 ini berasal dari lima kelas hotel berbintang yang tersebar di beberapa kota di Kaltim, seperti di Balikpapan dan Samarinda.
Rinciannya adalah hotel bintang satu pada Februari 2021 dengan TPK paling rendah, yakni hanya 6,28 persen, turun 2,08 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 8,36 persen.
Kemudian hotel bintang dua dengan TPK 47,60 persen, naik 2,49 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 45,11 persen, dan minus 8,56 persen ketimbang bulan yang sama tahun sebelumnya dengan TPK 56,16 persen.
Selanjutnya hotel bintang tiga dengan TPK 51,80 persen, naik 3,16 persen ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 48,64 persen, dan minus 9,45 persen ketimbang bulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 61,25 persen.
Berikutnya hotel bintang empat dengan TPK 41,53 persen, naik 1,18 persen ketimbang bulan sebelumnya yang 40,35 persen, dan minus 24,54 persen ketimbang bulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 66,07 persen.
Selanjutnya adalah hotel bintang lima dengan TPK 30,39 persen, turun 4,76 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 35,15 persen, dan turun 32,89 persen ketimbang bulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 63,28 persen.
"Pada Februari 2021, rata-rata lama menginap di hotel untuk tamu mancanegara selama 1,9 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu nusantara selama 1,81 hari," ucap Anggoro.
Berita Terkait
-
KLHK Pastikan IKN di Kaltim Tidak Ganggu Kawasan Hutan Lindung
-
Menteri LHK Kunjungi Calon IKN di Kaltim, Paparkan Konsep Green Smart City
-
Dampak Covid-19, Kunjungan Wisatawan Asing ke Batam Menurun
-
Gubernur Kaltim Isran Noor dan Menteri LHK ke Pusat Gedung Pemerintahan IKN
-
Pendataan di Kaltim BKKBN Target 1 Juta Keluarga, Isran Noor yang Pertama
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi