SuaraKaltim.id - Pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim) direncanakan tahun ini. Namun, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai hal tersebut tak realistis.
"Tapi paling tidak hari ini saya mendapatkan dua catatan, yang pertama bahwa sampai dengan tadi pagi Baleg DPR RI belum menerima RUU IKN dari pemerintah jadi artinya temen-temen di DPR belum membaca isi dari RUU IKN tersebut," kata Joga dalam acara webinar yang diselenggarakan Populi Center pada Kamis (8/4/2021).
Alasan ia menilai kecil kemungkinan pembangunan IKN dimulai tahun ini ialah, mengingat proses pembahasan, pendalaman dan diskusi di DPR yang memerlukan waktu yang cukup lama.
"Faktor ini juga jadi dilema kalau ini dipercepat dan jadi pertanyaan mengapa RUU IKN ini diburu-buru, tingkat urgensinya seperti apa bahwa RUU IKN ini harus disahkan akhir tahun ini misalnya. Apakah tidak ada RUU lain yang mendesak disahkan tahun ini " tanya Joga.
Kemudian terkait catatan yang kedua, terkait rencana Menteri Bappenas Suharso Monoarfa yang baru akan berkunjung ke Kalimantan Timur untuk menentukan titik lokasi calon Istana Negara di IKN baru.
"Menteri PPN/Bappenas besok, berencana ke Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menentukan titik lokasi calon Istana IKN. Ini juga menimbulkan pertanyaan buat saya, karena banyak proses penataan tata kota apalagi untuk IKN yang loncat-loncat," katanya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas RI Arifin Rudiyanto menegaskan, informasi mengenai pelaksanaan grounbreaking dilaksanakan April belum pasti. Hal itu dikarenakan belum adanya keputusan resmi pelaksanaan groundbreaking hingga saat ini..
"Insyaallah tahun ini. Kalau April belum pasti. Karena belum ada keputusan," tegas Arifin Rudiyanto ketika sebagai pembicara dan mendampingi Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar kunjungan kerja ke lokasi kawasan IKN Baru di Sepaku, PPU, Kaltim, Sabtu (3/4/2021).
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Tata Ruang IKN Dinilai Belum Jelas, Jika Molor Dinilai Jadi Preseden Buruk
Berita Terkait
-
Tata Ruang IKN Dinilai Belum Jelas, Jika Molor Dinilai Jadi Preseden Buruk
-
Soal Pembangunan IKN, Pengamat Tata Kota Yakin Tidak Dimulai Tahun Ini
-
Jalan Penuh Lumpur Hingga Mobil Tersangkut, Postingan Chandra Idol Viral
-
Target Penyaluran Zakat Baznas Kaltim 2021 Rp 11 Miliar
-
DPRD Kaltim Sorot Jalan Rusak di Samarinda, Minta Semua Beres 2023
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Selasa 24 Februari 2026
-
Bos Tambang Batu Bara di Kaltim Ditahan, Disebut Rugikan Negara Rp500 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026
-
Dugaan Layanan Buruk Puskesmas Sebabkan Bayi Meninggal, Dinkes Kaltim Turun Tangan