SuaraKaltim.id - Satpol PP Kota Balikpapan kembali menertibkan PKL yang masih nekat berjualan di fasilitas umum yang ada di Pasar Pandansari pada Rabu (7/7/2021).
PKL tersebut terlihat masih nekat berjualan, meski sudah dua kali ditertibkan Satpol PP setempat. Saat petugas mulai bergerak, PKL pun langsung tegesa-gesa membereskan barang dagangannya.
Sejumlah meja yang digunakan untuk berjualan oleh PKL pun diangkut petugas. Meski begitu, aksi penertiban ini juga sempat diwarnai adu argumen antara kedua pihak mulut, namun tidak berlangsung lama.
"Kalau mau diangkut (dagangannya), semuanya (barang pedagang lain) juga diangkut," ujar salah satu PKL yang berdagang kelapa parut seperti dilansir Presisi.co-jaringan Suara.com.
Sementara Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Balikpapan Susarno mengemukakan, penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut kegiatan serupa di waktu sebelumnya.
"Namun di sisi lain, masyarakat ada dua versi. Pertama, tidak mengerti. Kedua, mengerti tapi tak mau tahu. Sehingga masing-masing (masih) melakukan kegiatan di fasilitas umum," jelasnya.
Dia mengatakan, setiap hari pihaknya selalu mengedukasi fungsi fasilitas dan jalan umum. Tetapi masyarakat tidak mau tahu.
Dengan penertiban tersebut, dia menyatakan, jika pemkot telah memberikan solusi yang tepat agar para PKL bisa memanfaatkan fasilitas gedung pasar yang telah tersedia.
"Khusus di Pandansari, di sini kami memberikan suatu kenyamanan, suatu peluang kepada masyarakat. Kalau dihitung-hitung oleh Dinas Perdagangan, kios sudah sangat cukup, tapi kenapa masyarakat beraktivitas di luar," katanya.
Baca Juga: Satpol PP Kembali Lakukan Penertiban PKL di Pasar Pandansari
Diakuinya, imbauan terus dilakukan tidak hanya bagi PKL namun juga masyarakat agar bisa berbelanja dari pedagang di dalam gedung pasar.
Sementara jika kebiasaan bertransaksi dengan PKL terus dilakukan, maka menurutnya PKL di kawasan Pasar Pandansari akan kembali subur. Untuk efek jera, petugas menerapkan sanksi pada penertiban kali ini dengan mengambil semua KTP PKL, penertiban dan juga tipiring.
"Pembeli juga kena sanksi tipiring sesuai perda. Walau pembeli pakai uang sendiri tapi belanja di lokasi yang salah. Melanggar perda. Boleh PKL berjualan, cuma lokasinya yang dilarang," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
BRI dan Inklusi Keuangan: BRILink Agen Hadir di 66.450 Desa Seluruh Penjuru Tanah Air
-
BRI Bersama Holding Ultra Mikro Sudah Layani 33,7 Juta Nasabah Hingga Maret 2026
-
Isu Telan Dana Rp25 M, Pemprov Kaltim Ungkap Rumah Dinas Gubernur Sebelum Renovasi
-
Lampaui Target, Realisasi Investasi Kota Bontang 2025 Tembus Rp3,08 Triliun
-
Nikmati BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun untuk Atur Ulang Cicilan Rumah Agar Cash Flow Lebih Efisien