Tak tinggal diam, ia menceritakan saat itu kliennya Nurfadiah sontak menanyakan tindakan Irma.
"Sempat ditanya sama ibu (Nurfadiah) kenapa diambil. Dijawab (Irma Suryani) karena kamu (Nurfadiah) ada utang. Dan dijawab lagi, harusnya jangan ambil barang dong. Terus diancam (Irma Suryani) kalau engga terima nanti saya laporkan kamu ke saudara-saudara mu (karena punya utang). Ya untuk selevel itu ya malu-lah. Jadi posisinya itu di bawah ancaman," katanya.
Sejatinya, piutang antara Irma dan Nurfadiah telah diselesaikan. Keduanya diketahui sempat menjalani hubungan bisnis menjual tas branded dan sejumlah perhiasan.
"Kalau masalah utang itu sebetulnya cuman satu aja. Dan itu sudah dibayarkan ada bukti rekening korannya. Kalau utang (solar laut) itu engga ada, ya utangnya cuman satu itu aja," tekan Saud.
Sekali lagi ia pun menegaskan, jika jalinan bisnis antar keduanya hanya pada penjualan tas branded, dan sejumlah perhiasan.
"Bukan sukarela lah menyerahkan itu. Analoginya gini kalau misalnya abang punya utang Rp 10 juta terus surat berharga diambil padahal abang sudah bayar, masa itu disebut sukarela?," tanyanya mengibaratkan.
Ditanya langkah ke depan apa, ia pun menjawab saat ini ia hanya tinggal menunggu proses kepolisian. Baik dalam berkas terlapornya Irma Suryani di Polda Kaltim, maupun dilaporkannya Hasanuddin Masud dan Nurfadiah di Mapolresta Samarinda.
"Sekarang kami tinggal menunggu aja. Karena semua sudah kami penuhi. Bolanya sekarang ada ditangan penyidik," imbuhnya.
Tudingan untuk Irma Suryani hanya omong kosong
Baca Juga: Pemeriksaan Hasanuddin Masud dan Istri Lagi-lagi Tertunda, Mau Sampe Kapan Pak Ditundanya?
Sementara itu, kuasa hukum dari Irma Suryani, Jumintar Napitupulu menyatakan, tudingan yang dituduhkan oleh kliennya yang telah melakukan pemerasan dan pengancaman hanya omong kosong.
Pasalnya, Jumintar menegaskan kliennya tidak pernah melakukan apa yang telah ditudingkan kubu Hasanuddin Masud-Nurfadiah tersebut.
"Klien kami tidak pernah melakukan pemerasan dan pengancaman itu. Karena bukan begitu kenyataannya, tapi yang ada bahwa suraty-surat berharga itu murni diantar oleh yang bersangkutan (Nurfadiah) ke rumah ibu Irma di Jalan Milono," lugasnya.
Bahkan menurutnya, keberadaan surat berharga ditangan kliennya itu karena diantar langsung oleh Nurfadiah. Pengantaran itu tanpa didampingi sang suami.
"Yang disampaikan ke saya pada saat itu, ibu Nurfadiah bilang (kepada Irma Suryani) pegang saja ini kak Irma (sertifikat dan BPKB) kalau sudah ada uang nanti saya bayar (utang) baru saya ambil kembali itu (sertifikat dan BPKB)," jelasnya.
Sementara itu, ia juga menyikapi kronologis yang diberikan kubu Hasanuddin Masud-Nurfadiah soal kliennya mendatangi kediaman rival dan langsung melakukan pengambilan paksa surat berharga tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Ada Apa dengan Seleksi Dirut MMP Kaltim? Batas Usia Calon Dipertanyakan
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi