SuaraKaltim.id - Anggota DPRD Bontang, Nursalam, mendesak pemerintah kota agar melarang kendaraan industri di atas 10 ton melintas di jalanan Bontang Lestari.
"Sebagi fungsi pengawasan saya sebagai Anggota DPRD Bontang, meminta Wali Kota mengeluarkan keputusan," terangnya, dikutip dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu (10/10/2021).
Adapun jalan yang dimaksud diantaranya, Jalan Soekarno-Hatta, Moh Roem dan Jalan Urip. Ia menjelaskan, desakan ini karena kondisi jalanan terus memburuk. Penyebabnya, kualitas aspal hanya maksimal hanya bisa dilalui oleh kendaraan di bawah 8 ton.
Sedangkan, mobil dengan tonase di atas 10 ton selalu melintas di atasnya hari-hari. Ia mengatakan, kendaraan berbobot besar sengaja beraktivitas saat malam hari. Ia mensinyalir, sang supir sengaja demi menghindari pengawasan.
"Dan itu sangat merusak jalan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta truk tangki minyak yang memiliki bobot di atas 10 ton dilarang melintas.
"Saya minta tegas pemerintah," timpalnya.
Dikonfirmasi terpisah, Asisten Manager External Relations PT EUP, Jayadi mengatakan, kebijakan mengenai batas maksimal tonase angkutan secara tidak langsung mematikan perusahaan industri.
"Secara tidak langsung mengganggu produksi," ungkapnya.
Baca Juga: Antrian Panjang di SPBU Kopkar Bontang, Layani Penjualan BBM Non Subsidi Pakai Drum
Terkecuali, kata ia, distribusi industri melalui jalur laut. Itupun pemerintah harus menyediakan pelabuhan kontainer. Ia lanjut mengatakan, dalam aturan perhubungan, kendaraan industri dihitung berdasarkan jumlah sumbu, bukan dari kapasitas muatan.
Semisal, kendaraan sumbu dua kata dia bisa melintas. Namum apabila menggunakan hitungan tonase, maka akan melebihi kapasitas 10 ton.
"Walaupun truk biasa pun kena itu kalau berhitung tonase," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya