SuaraKaltim.id - Penambahan jumlah penduduk terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) pasca penetapan Sepaku sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU Suyanto menyebutkan, arus urbanisasi tidak bisa terbendung sejak sebagian wilayah PPU, yakni khususnya Sepaku ditetapkan sebagai lokasi ibu kota negara atau yang baru.
Bahkan, ia memprediksi, jumlah penduduk Kabupaten PPU akan terus meningkat dan harus melakukan antisipasi adanya lonjakan urbanisasi.
"Banyaknya warga pendatang baru di Kabupaten Penajam Paser Utara itu karena ingin mencari lapangan pekerjaan," ujarnya melansir dari ANTARA.
"Saat ini terdata jumlah penduduk terus bertambah, ada tambahan sekitar 3.673 jiwa sepanjang 2021," tambahnya.
Tercatat jumlah penduduk PPU sepanjang 2021 sebanyak 185.022 jiwa atau meningkat jika dibandingkan jumlah penduduk 2020 sebanyak 181.349 jiwa.
Disdukcapil sudah melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) data kependudukan dengan data Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri jelas Suyanto, sampai Juli 2021 ada penambahan penduduk sekitar tiga ribuan.
Pertumbuhan penduduk di PPU setelah ditetapkan sebagai calon ibu kota negara oleh Presiden Joko Widodo, terus meningkat.
Penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara yang sudah wajib memiliki KTP (kartu tanda penduduk) atau berusia 16 tahun ke atas sebanyak 127.151 jiwa, laki-laki sebanyak 65.831 orang dan perempuan sebanyak 61.320 orang.
Baca Juga: Beberapa Sekolah di PPU Laksanakan PTM 100 Persen, Waktu Belajar Juga Lebih Dari 2 Jam
Dari jumlah penduduk 185.022 jiwa kata dia, warga berjenis kelamin laki-laki mendominasi dengan total 95.776 orang, sedangkan warga berjenis kelamin perempuan sebanyak 89.246 orang.
"Jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan yang perempuan, termasuk yang sudah wajib KTP atau sudah memiliki hak pilih," ucap Suyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut