SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan optimis target pendapatan asli daerah (PAD) 2022 sebesar Rp 850 miliar akan tercapai. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar Rp 174,28 miliar dibanding APBD Perubahan 2021 yang hanya Rp 775,71 miliar.
“Artinya kita harus optimis dan pasang target. Kalau gak ada target, nanti kita santai-santai saja,” ujar Wali Kota Rahmad Mas’ud, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Minggu (12/12/2021).
Ia mengatakan, target tersebut cukup realistis, di tengah semakin membaiknya ekonomi Indonesia, serta dibukanya kembali kawasan industri. Baginya hal tersebiut akan mendorong peningkatan PAD.
“Karena dengan pemulihan ekonomi kemudian dengan banyaknya kawasan-kawasan industri yang akan kita buka, itu kan juga akan mendambah PAD kita,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, meningkatnya target PAD tersebut, telah melalui hitung-hitungan terstruktur. Bahkan ia menargetkan, harusnya PAD Balikpapan bisa mencapai angka Rp 1 triliun.
Dirinya memaklumi jumlah anggaran yang tak sampai dengan ekspektasinya tersebut. Alasannya karena situasi dan kondisi yang saat ini masih pandemi.
“Itu (Rp 850 miliar) kecil, harusnya seperti saya sampaikan Rp 1 triliun (targetnya). Cuma karena ini masih pandemi kita harus ada relaksasilah untuk warga. Jangan sampai target itu membebani, termasuk wajib pajak, termasuk teman-teman yang ada di Dispenda,” bebernya.
Ia juga optimis, karena mulai tahun depan Perumda Manuntung Sukses akan aktif kembali untuk menggenjot PAD Kota Minyak. Ia menjelaskan, ada lima orang direksi baru akan segera dilantik Selasa pekan depan.
“Apalagi nanti Perusda aktif. Direksi yang baru kami betul-betul seleksi dengan profesional sekali. Kemudian diduduki dengan orang-orang yang kompeten, para pengusaha juga. Saya yakin mereka mendongkrak PAD Kota Balikpapan 2022,” sambatnya.
Baca Juga: Saat Nataru, Diprediksi Ada Peningkatan Pengguna Jalan Tol Balsam, Sebanyak Ini
Meskipun diakuinya, pemanfaatan digitalisasi belum optimal untuk mendorong PAD di Kota Pelabuhan. Itu terjadi karena masih banyak sektor yang kurang memaksimalkan hal tersebut.
“Memang belum optimal. Karena masih banyak yang belum online. Ini baru berapa persennya. Tapi saya harap, semua termasuk restauran, tempat hiburan, hotel-hotel, mall itu semua harus online. Jadi semua dananya akan masuk satu pintu saja,” tandasnya mengakhiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang
-
Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla