SuaraKaltim.id - Tepat pukul 00.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) di 1 Januari 2022, Lapangan gas sapi yang ada di Samboja, lalu dikelola PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mulai kembali memproduksi gas.
“Untuk awal ini kita produksikan 8 juta standar kaki kubik (million metric standard cubic feet, MMSCFD),” kata General Manager Zona 10 PHKT Raam Krisna, melansir dari ANTARA, Sabtu (1/1/2021).
Saat ini PHKT sudah mengembangkan Lapangan Sapi dengan 7 sumur dari semula hanya 3 di 2018. Bahkan lapangan ini akan terus dimaksimalkan dan diperkirakan akan bisa mengeluarkan gas hingga 30 juta MMSFD gas pada masa puncaknya nanti.
Karena itu, katanya, PHKT sudah memulai pengeboran untuk sumur berikutnya. Saat ini sudah dalam pengeboran Sumur B-219.
Di sisi lain, Raam mengungkapkan, bahwa pengaktivan atau pengoperasian kembali Lapangan Sapi saat ini merupakan percepatan dari jadwal. Semula diperhitungkan Lapangan Sapi baru bisa beroperasi dalam kuartal ke-2 tahun 2023.
“Tapi semangat teman-teman untuk menambah produksi luar biasa. Ditambah lagi dukungan SKK Migas dan Pemkab Kutai Kartanegara,”jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa reaktivasi Lapangan Sapi telah membuka peluang untuk dilaksanakannya operasi lintas batas dengan anak perusahaan Pertamina lainnya,
PEP Lapangan BUNYU Berhasil Ditingkatkan
Sementara itu produksi PEP Lapangan Bunyu juga berhasil ditingkatkan dengan target 3 sumur masing-masing menghasilkan 300-350 BOPD (barrel oil per day),
Baca Juga: Pupuk Kaltim Resmikan Gedung Pusat Arsip Teknik
Dari 3 sumur tersebut, saat ini sudah 2 sumur selesai, yakni sumur B-217 dan BN-57, kemudian satu yang saat ini sedang proses drilling dapat segera memberikan kontribusi produksinya juga.
Menghadapi tahun 2022, Raam menegaskan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan seluruh anak perusahaannya, akan terus berkolaborasi, berintegrasi, dan bersinergi untuk memenuhi target pemerintah 1 juta barrel di tahun 2030.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla