Eko Faizin
Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). [Antara/M Risyal Hidayat/rwa]
Baca 10 detik
  • Pembangunan IKN terus berlanjut seiring klaim investasi mencapai Rp72,39 triliun.
  • Otorita menyampaikan investasi berasal dari pengusaha nasional dan internasional.
  • Aktivitas perekonomian juga disebut mulai tumbuh di kawasan Nusantara.

SuaraKaltim.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diklaim terus berlanjut dengan kepercayaan investor yang nilai investasinya kini telah mencapai Rp72,39 triliun.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan dengan baik.

"Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat," ujarnya dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di Nusantara tidak berhenti seiring dengan langkah menuju hidupnya ekosistem perkotaan.

Saat ini, total estimasi investasi di Ibu Kota Nusantara terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun, serta fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L) yang mencapai Rp12,10 triliun.

Secara keseluruhan, telah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam kategori investasi swasta murni, serta 15 penugasan yang diberikan kepada K/L.

Komposisi investasi tersebut juga menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari pelaku usaha nasional maupun internasional.

Dari total 75 PKS yang ada, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan melibatkan 8 perusahaan dari 6 negara, yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.

Sementara itu, 64 PKS lainnya berasal dari para pelaku usaha dalam negeri. Kehadiran investasi ini tersebar dan terlihat pada berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.

Di sisi lain, aktivitas perekonomian juga dilaporkan mulai tumbuh di kawasan Nusantara.

Hal ini terlihat melalui maraknya bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya, baik untuk melayani pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan Nusantara.

Salah satu contoh perkembangan ekosistem bisnis di IKN terlihat dari masuknya pelaku usaha merek ternama, yaitu Roti'O.

Hadirnya entitas bisnis ini menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha mulai melihat peluang jangka panjang di Nusantara.

"Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang (yang datang). Kalau disini (IKN), mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macem mungkin bakal disini, bakal ramai untuk ke depannya," ujar Harfi, selaku Leader atau Kepala Toko Roti'O tersebut.

Merespons perkembangan positif tersebut, Troy Pantouw menambahkan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal kuat bahwa para investor sudah mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan yang potensial.

Load More