SuaraKaltim.id - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kalimantan Timur (PUPR dan Pera Kaltim) Aji Muhammad Fitra Firnanda mengungkapkan, sepanjang 2021 genangan banjir khususnya di daerah perkotaan telah berkurang sebesar 70,7 hektare.
"Genangan banjir semula 477 hektare, berkurang menjadi 406,3 hektare," katanya, melansir dari ANTARA, Selasa (11/1/2021).
Ia mengatakan, pengurangan genangan banjir tersebut berada di empat kabupaten/kota di Kaltim. Yaitu Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser.
Ia menjelaskan, Pemprov Kaltim melalui PUPR melakukan penanganan banjir dengan beberapa cara. Seperti normalisasi sungai dan pembuatan saluran drainase, agar arus air lancar sehingga tidak menggenang di pemukiman dan jalan.
Ia merincikan, saluran drainase yang berfungsi baik mencapai 2.180,2 meter hingga akhir 2021. Sedangkan, normalisasi sungai yang sudah dilakukan sepanjang 5.875,2 meter.
Normalisasi, tersebut meliputi Sungai Karang Mumus dengan panjang 5.264,2 meter, Sungai Mati (Samarinda) 175 meter dan Sungai Sangatta 436 meter.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga telah membangun kanal banjir sepanjang 5.123 meter sebagai upaya pengendalian banjir, masing-masing dibangun di Jalan Sentosa, Remaja dan Ahmad Yani dengan panjang 210 meter.
Sementara kanal banjir lainnya dibangun di Karang Asam Besar sepanjang 3.150 meter, Tanah Grogot 263 meter dan Sungai Buluh di Kutai Kartanegara sepanjang 1.500 meter.
“Jadi penurunan banjir tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Kaltim serta bukti nyata keberhasilan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas PUPR dalam pengendalian banjir sepanjang tahun 2021,” tandasnya.
Baca Juga: Sungai Ciberes Meluap, 2.728 Warga Cirebon Kebanjiran
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
38 SPPG di Kaltim Belum Punya IPAL, Auto Kena Evaluasi!
-
Penemuan Cadangan Gas Raksasa di Cekungan Kutai, Kaltim Ingin PI 10 Persen
-
KPK Datangi Kantor Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Ada Apa?
-
Rudy Mas'ud Dinilai Tak Paham Hukum, Klaim Punya Hak Prerogatif Seperti Presiden
-
Rudy Mas'ud soal Adik Kandungnya Jadi Tim Ahli Gubernur: Itu Hak Prerogatif