Denada S Putri
Kamis, 03 Maret 2022 | 08:37 WIB
Ilustrasi cabai--Deflasi 0,51 persen terjadi di Balikpapan. Ini penyebabnya. [ANTARA]

SuaraKaltim.id - Pada Februari 2022, Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,51 persen. Hal itu nampak jauh berbeda jika dibandingkan dengan Januari 2022 yang mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikapan, Bambang Setyo mengatakan, secara tahunan inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 2,29 persen. Atau, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 2,06 persen. Namun, hal itu lebih rendah dibandingkan Kaltim yang capai 2,35 persen. 

“Inflasi tahunan Kota Balikpapan tersebut masih berada pada rentang target inflasi tahun 2022 sebesar 3,0 persen,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Kamis (3/3/2022).

Deflasi di Februari itu disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil 0,46 persen. Deflasi pada kelompok ini didorong oleh penurunan harga minyak goreng seiring dengan adanya kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah. 

Selain itu, deflasi juga didorong oleh menurunnya harga ikan layang di tengah jumlah pasokan yang memadai. Kelompok transportasi juga mengalami deflasi, dengan andil 0,12 persen yang didorong oleh penurunan tarif angkutan udara di tengah menurunnya mobilitas masyarakat pasca kenaikan angka penderita Covid-19. 

Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,07 persen. Hal itu dipengaruhi oleh naiknya harga emas perhiasan di tengah meningkatnya harga emas dunia sebagai aset safe haven akibat meningkatnya kondisi geopolitik di beberapa negara.

“Ke depan, beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah Kenaikan komoditas makanan jelang persiapan Ramadhan, Berlanjutnya kenaikan harga komoditas rokok setelah adanya kebijakan kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) dan rokok, dan  kenaikan harga LPG non subsidi dapat memicu kenaikan harga makanan dan minuman jadi,” jelasnya. 

Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.

Baca Juga: Stok 4 Jenis Vaksin Ini di Balikpapan Berlimpah, Warga Kota Minyak Diharap Mau untuk Vaksinasi

Load More