SuaraKaltim.id - Dugaan adanya pengetapan solar yang berhembus beberapa hari ini di Kaltim ternyata benar adanya. Baru-baru ini, polisi berhasil meringkus seorang sopir truk berinisial CT.
Pria usia 43 tahun itu kepergok mengisi solar subsidi dengan jumlah yang tak semestinya. Atau berlebih. Ia melakukan pengetapan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kilometer 9, Balikpapan Utara, Rabu (30/3/2022).
Penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat tekait adanya pelaku usaha yang menjual solar subsidi. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan di SPBU tersebut. Hasilnya, ditemukan satu truk berwarna kuning dengan Nomor Polisi (Nopol) L 9608 UT melakukan pengisian dengan jumlah berlebih.
"Setelah selesai mengisi, truk ini berhenti di pinggir jalan. Pas kami periksa ternyata ada dua tangki fungsinya mengalirkan solar subsidi. Jadi yang harusnya 200 liter, dia bisa isi sampai 400 liter," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo, ketika press rilis, di Kapolda Kaltim, Kamis (31/3/2022).
Berdasarkan pernyataan pelaku, solar subsidi itu rencananya bakal dibawa ke tempat penampungan yang ada di kilometer 13. Solar itu akan dijual ke perusajaan, seperti batu bara dan sawit.
"Pasti arahnya kesana. Karena adanya disperitas harga, jadi kemungkinan akan dijual ke industri. Kalau nggak ya buat apa dia begitu, lebih baik kan beli langsung ke Pertamina," ungkapnya.
Pengembangan kasus tersebut akan dilakukan pihak kepolisian. Mulai dari tempat penampungannya, sampai lokasi modifikasi truk tersebut.
Walaupun begitu, pihak kepolisian belum mengetahui apa ada keterlibatan oknum petugas SPBU setempat atau tidak.
"Sementara masih kami dalami, sebab ini kan baru ditangkap kemarin. Yang ditemukan baru satu, tapi kami akan telusuri semuanya sampai ke tempat dimana dia modifikasi," tegasnya.
Baca Juga: Siap-siap, Pemkot Balikpapan Bakal Sidak Kebutuhan Pokok, Pastikan Stok Aman di Kota Minyak
Apresiasi diberikan pihak Pertamina terkait langkah cepat kepolisian dalam memberantas mafia solar subsidi. Apresiasi itu disampaikan, Area Manager Communications & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria.
Sebab sudah beberapa bulan terakhir ini antrean solar cukup panjang di beberapa titik pengisian SPBU. Hal ini terbukti dengan terungkapnya pelaku pengetapan solar bersubsidi.
"Ya mungkin ini jadi salah satu penyebab antrean panjang yang selama ini terjadi. Kami apresiasi buat aparat kepolisian yang bergerak cepat. Karena memang saat ini solar subsidi sedang disorot, bahkan hasil Rapat Dengar Pendapat DPR RI juga menduga ada yang seperti ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Hubungi Nomor Call Center 133 Jika Pengguna Jalan Alami Kondisi Darurat
-
Dishub Samarinda Siapkan Skema Satu Arah di Terowongan untuk Atur Lalu Lintas
-
BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus di Stadion GBK Jakarta
-
Mobil Land Rover Wali Kota Samarinda Ternyata Sewa, Ini Penjelasan Pemkot
-
Penumpang Sepi, 5 Perusahaan Bus di Samarinda Berhenti Operasi