SuaraKaltim.id - Setelah SPBU Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim (Kopkar PKT), Pemkot Bontang juga menjadwalkan penerapan fuel card di SPBU Akawi Jalan MT Haryono.
Berdasarkan jadwal, pemberlakuan pembatasan penerima Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi solar di SPBU Akawi pada Senin, (18/7) mendatang.
Analis Kebijakan Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Bontang Muhammad Taufik mengatakan, minggu ini tahapan pendataan sedang dilakukan oleh SPBU yang berada di Jalan MT Haryono.
Upaya itu dilakukan untuk memastikan pasokan solar subsidi bisa didistribusikan sesuai kebijakan dari PT Pertamina.
Nantinya, mekanisme pelaksanaan juga tidak jauh berbeda dengan yang berada di SPBU Kopkar PKT, dengan hanya melayani pembayaran non tunai.
"Minggu depan berlaku juga di SPBU Akawi. Jadi saat ini mereka melakukan pendataan kepada supir truk yang ingin mendaftar," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (12/7/2022).
Selanjutnya, setelah 2 minggu berselang, barulah SPBU yang berada di Tanjung Laut juga ikut memberlakukan fuel card. Begitu pun dengan SPBU yang berada di arah Kilo Meter 3 menuju Bukit Kusnodo.
Ia menegaskan, yang jelas akan diupayakan, pada Agustus 2022 seluruh SPBU yang melayani pengisian BBM subsidi sudah menerapkan fuel card agar bisa mencegah antrean mengular.
"Diupayakan semua berjalan sesuai jadwal. Bahkan rencana di SPBU Kilometer 8 Poros Bontang Samarinda juga akan diberlakukan fuel card. Jadi total ada 5 SPBU yang menerapkan," pungkasnya.
Baca Juga: Hasil Evaluasi, Anggaran Rantang Kasih Rp 1,6 Miliar Dinilai Masih Kecil, Bakal Minta Tambah?
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA