Pembahasan rencana kebijakan strategis dan teknis sistem pengembangan jalan Bontang di Pendopo Rujab Wali Kota. [KlikKaltim.com]
Padahal acara tersebut sudah disiarkan ke grup aplikasi pesan instan Humas Bontang.
Berada di dalam ruangan, Wali Kota Bontang Basri Rase, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK).
Saat berada di dalam, awak media dipersilahkan untuk keluar ruangan karena agenda itu disebut tertutup.
"Acaranya tertutup mas. Jadi bisa menunggu diluar saja," ucap salah satu pegawai PUPRK, dikutip Kamis (4/8/2022).
Dikonfirmasi terpisah Kasubag Protokol Pemkot Bontang Fatman membenarkan agenda itu tertutup. Hal itu dikarenakan acara di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang pembahasan teknis.
"Karena teknis jadi tertutup. Bisa saja wawancara selesai agendanya," terang Fatman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kronologi Pengungkapan Kasus Narkotika Jadikan Kasatnarkoba Polres Kukar Tersangka
-
Kasatnarkoba Polres Kukar Resmi Jadi Tersangka Kasus Narkoba
-
Gubernur Rudy Mas'ud Jawab Isu Pemberhentian PPPK di Tengah Efisiensi
-
Kapolda Kaltim Sebut Kasatnarkoba Kukar Diamankan Terkait Kasus Narkotika
-
Akademisi Kritik Insiden LCC Empat Pilar MPR: Stop Bikin Siswa Jadi Mesin Fotokopi