SuaraKaltim.id - Masalah air bersih rupanya dirasakan warga Balikpapan Utara. Herman warga RT 33 Kelurahan Muara Rapak sudah tiga hari belakangan ini sulit mendapatkan air bersih.
Padahal selama bertahun-tahun ini di kawasan tersebut selalu mendapatkan air bersih.
"Sudah 3 hari ini mati air. Sekarang tidak tahu mau mandi di mana. Kalau kemarin masih ada sisa air tampungan," ujar Herman, Selasa (9/8/2022)
Hal serupa juga dirasakan warga lainnya, Siti yang mesti membeli air bersih 1.200 liter untuk kebutuhan rumah tangga.
"Jadinya boros, karena kalau air PDAM tempat kami ada. Setiap bulan juga bayar," katanya.
Keluhan warga Muara Rapak sama persis dengan yang dialami Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Utara terkait krisis air bersih.
Bahkan mereka sudah merasakan puluhan tahun mendapatkan layanan yang kurang memuaskan dari Perumda Tirta Manuntung.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung, Purnamawati mengatakan sudah menurunkan personel ke lapangan untuk menemukan akar permasalahan distribusi air yang dialami warga Muara Rapak.
"Tadi malam tim kami melakukan rekayasa valve untuk daerah RT 49 Muara Rapak yang sejalur dengan RT 33. Sudah ada aliran tapi masih kecil, jadi sudah masuk ke tahap normalisasi," katanya.
Baca Juga: Kebakaran Terjadi di RT 27 Klandasan Ulu Balikpapan Kota, Warga: Angin Kencang
Selain merekayasa valve, Perumda Tirta Manuntung tengah mencari penyebab terhambatnya aliran air di daerah tersebut.
"Karena air ya pasti sekitarnya kena imbas nya, tim kami sedang membuat rekayasa supaya bisa ngalir. Kami mohon warga untuk bersabar," ungkapnya.
Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Manuntung, Adi Supriadi mengakui masih banyak beberapa kawasan di Kota Minyak yang belum mendapatkan layanan maksimal. Selain debit air yang terbatas juga dikarenakan tingkat kebocoran yang cukup tinggi.
"Saat ini manajemen sedang membenahi mengurangi tingkat kebocoran, memperbaiki jaringan pipa distribusi. Agar maksimal. Sehingga daerah yang belum maksimal bisa dapat air bersih," katanya kepada Suara.com, Selasa (9/8/2022).
Ditambahkan Adi berdasarkan data dari Perumda Tirta Manuntung saat ini tingkat kebocoran mencapai 36 persen. Terjadinya kebocoran tersebut juga disebabkan faktor usia pipa yang 30 tahun beroperasi.
"Saat ini debit air yang kita distribusi 41 juta kubik setahun. Sebenarnya masih kurang. Faktor lain juga karena persoalan angka kebocoran yang cukup tinggi. Saya optimis layanan bisa maksimal kalau itu teratasi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei