SuaraKaltim.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menargetkan pengerjaan saluran drainase dan trotoar di Jalan R Suprapto rampung Desember 2022 mendatang. Katanya, saat ini progres pengerjaan secara persentase masih dibilangan 11,08 Persen.
Pengerjaan itu masih menyisakan waktu selama 4 bulan ke depan. Hal itu sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan kepada kontraktor pengerjaan, saat melakukan penandatanganan kontrak Juni 2022 lalu.
Kepala Bidang Bina Marga PUPRK Anwar Nurddin mengatakan, proyek rekonstruksi trotoar dan saluran drainase dikerjakan oleh CV Maraja Putra Mandiri dengan nilai Rp 4 Miliar.
Dari pantauan jaringan media ini, pekerja sudah mulai melakukan pembongkaran mulai dari Simpang 4 Bontang Baru, hingga ke depan Kantor Pegadaian.
Beton sudah dimasukkan kedalam galian. Beberapa bagian pengerjaan juga masih dilakukan di tempat pabrikasi yang berada di Jalan D I Panjaitan.
"Masih terus bekerja mereka. Kemarin ada tambahan pekerja main powernya. Jadi tercatat ada 40 orang yang mengebut pengerjaan trotoar dan drainasenya," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Kamis (18/8/202).
Ia mengaku, kesulitan yang kontraktor keluhkan memang kondisi cuaca. Di mana, saat terjadi hujan deras otomatis air menggenangi bekas kerukan.
Sehingga harus kembali dipompa agar memudahkan pengerjaan. Meski begitu, secara waktu tetap terus dikejar tanpa ada kebijakan perpanjangan waktu.
"Secara time line agak terlambat. Karena curah hujan. Cuman sedang diatasi dan dikebut. Kalau waktu lihat kondisional yang jelas arahan kemarin tidak ada penambahan waktu," sambungnya.
Baca Juga: Ini Lantai di Pasar Rawa Indah yang 'Disulap' Jadi Mall Pelayanan Publik
Target pengerjaan drainase dan trotoar hingga ke depan BPD Bank Kaltimtara. Tinggal menyesuaikan kekuatan saja. Makanya pembongkaran belum dilakukan hingga target akhir.
"Yang jelas dikerjakan dulu yang sudah dibongkar. Baru lanjut ke target maksimalnya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas