SuaraKaltim.id - Kabar tak mengenakan berhembus dan membuat para pengajar honor di Samarinda jadi khawatir. Yah, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dikabarkan bakal memotong intensif guru honor, dari Rp 700 ribu ke Rp 250 ribu.
Kecemasan itu dirasakan Bunga--bukan nama aslinya--yang merupakan seorang guru honor di Kota Peradaban. Dihubungi melalui telepon seluler oleh jurnalis media ini Rabu (26/8/2022), Bunga mengaku sudah mendengar kabar tersebut sejak beberapa bulan lalu.
Namun, dia merasa kabar itu belum pasti. Dia juga berharap, kabar itu tidak benar dan tidak akan pernah terjadi. Walaupun begitu, pengajar honor yang sudah mengabdi sejak 2005 ini mengaku was-was. Karena penghasilannya yang kecil akan kembali terkurang.
"Dari awal sudah mengabdi sekolah dari (2005) sampai sekarang, sampai bisa mengikuti P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) meskipun sampai sekarang masih belum jelas, tapi teman-teman tetap bersyukur. Karena setidaknya teman-teman ini sudah diakomodasi," jelasnya, dikutip Kamis (25/8/2022).
Baca Juga: Disdik DKI Jakarta Telusuri Dugaan Pungli Pengangkatan Guru Honorer
Sebagai pengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Samarinda, dia mengaku gaji tertinggi yang dia dan teman-temannya peroleh berkisar Rp 1,5 juta saja. Gencarnya kabar soal pemotongan intensif dari Pemkot, seolah menghilangkan rasa semangat mereka.
Tak cuma itu, untuk yang bisa menembus gaji sampai Rp 1,5 juta, katanya hanya untuk mereka tenaga honor yang sudah bekerja sangat lama. Namun, hal itu juga tergantung dari kebijakan sekolah masing-masing. Khususnya, dari keputusan kepala sekolah.
"Sebenarnya kami pribadi apalagi yang masih honorer itu sangat membutuhkan (insentif), ibaratkan gaji tidak seberapa, apalagi guru-guru SD (dan) SMP, paling tidak gaji paling mentok itu Rp 1,5 juta dan itu juga orang-orang lama dan juga tergantung kebijakan sekolah," tuturnya.
Berharap penghargaan dari pemerintah
Belasan tahun mengabdi, dia menyebut hal itu sebagai pergerakan yang berasal dari hati. Walaupun penghasilannya kecil, baginya pekerjaan itu mulia. Adanya insentif, membuat dia merasa semangat.
Baca Juga: Kasus Guru Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta Berujung Damai, Korban Cabut Laporan
Menjadi seorang pengajar dengan status honor, membuatnya juga berharap agar bisa mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Karena menurutnya, perjuangan yang dia dan teman-temannya lakukan tak bisa dipandang sebelah mata.
Berita Terkait
-
Mobil Listrik dan Hybrid Sudah Diguyur Insentif, Kapan Giliran Truk Listrik?
-
TPG Lebaran Tertunda? Ini Langkah Cepat Agar Tunjangan Cair April 2025!
-
Bill Gates Prediksi Profesi Dokter dan Guru Bakal Hilang 10 Tahun Lagi
-
Cara Mengatasi Kode 07, 13 dan 16 Pada Info GTK Agar TPG Triwulan I Guru Segera Cair
-
Soroti Guru Minta Hadiah Pensiun ke Siswa, Mendikdasmen: Tradisi yang Melanggar Hukum
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN
-
Tanpa Diskon, Tol Balsam Tetap Jadi Pilihan! Kendaraan Melonjak 102 Persen
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah