Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Kamis, 15 September 2022 | 08:00 WIB
Udang windu, ikan kerapu, kepiting, hingga rumput laut menjadi komoditas ekspor perikanan dari Kaltim. [kaltimtoday.co]

Sebagai contoh, nantinya mungkin Kutai Kartanegara didorong menjadi kampung budi daya kepiting dan udang windu serta Bontang dengan kampung budi daya rumput laut.

“Karena pada 2023, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membentuk lagi 150 kampung budi daya,” imbuhnya.

Selain mendorong pembentukan kampung budi daya, DKP Kaltim akan mengembangkan budi daya perikanan spesifik dan merupakan ikan-ikan endemik local yang mulai berkurang populasinya serta langka di pasaran.

Ikan tersebut di antaranya, ikan biawan, ikan pepuyu, ikan lais termasuk juga ikan haruan.

Baca Juga: Kebijakan DMO Sebagai Persetujuan Ekspor Dituding Jadi Biang Keladi Mahalnya Minyak Goreng

“Arah kebijakan kita ke sana dan memang tidak bisa instan,” tuturnya.

Dalam program ini, DKP Kaltim menggandeng Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Samarinda dan Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar Mandiangin di Banjarmasin untuk mengembangkan teknologi budi daya ikan endemik Kaltim.

“Kita ingin nanti hasilnya bisa kita kembangkan secara massif,” katanya.

Lebih penting lagi, saat diterapkan dapat membawa keuntungan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya peternak ikan.

Baca Juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Lima Terdakwa Korupsi Ekspor Minyak Goreng

Load More