SuaraKaltim.id - Seorang pemuda berinisial CH (30), warga Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) dilaporkan oleh orang tuanya lantaran menggelapkan mahar pernikahan. Penangkapan terhadap CH, dilakukan di kediamannya pada Sabtu (9/12/2023).
Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar, melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakhtika Putra mengungkapkan, kronologis berawal ketika CH memberitahu orang tuanya akan menikah dengan perempuan berinisial DT. Saat itu dia meminta mahar sebesar Rp60 juta dan disetujui.
“Mendengar hal tersebut, pelapor (orang tua CH) menyetujui," jelasnya, melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (12/12/2023).
Menurut keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, sebelumnya CH telah menerima uang sebesar Rp10 juta dari orang tuanya. Tak hanya itu, pihak keluarganya juga sempat mengirim sejumlah uang ke rekening atas nama DT.
"Dan pada tanggal 08 Agustus 2023, pelapor mengirimkan uang sebesar Rp20 juta melalui rekening bank BRI atas nama DT Transaksi serupa juga dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2023, sebesar Rp7,5 juta," jelas Randhya.
"Lalu kakak terlapor juga membantu dengan mengirimkan uang sebesar Rp10 juta dan pada tanggal 13 September 2023 kakak terlapor kembali mengirimkan uang sebesar Rp10 juta ke kerekening yang sama," lanjuynya.
Namun ternyata, rekening atas nama kekasihnya itu justru dipegang oleh pelaku. Hal itu terungkap setelah orang tua DT menanyakan soal uang mahar untuk anaknya kepada keluarga pelaku.
Pada Selasa (5/12/2023), keluarga DT mendatangi pelapor untuk menanyakan tentang uang mahar pernikahan, orang tua pelaku mengklaim uang tersebut telah diberikan kepada anaknya dan akan diberikan kepada keluarga calon istrinya.
"Tetapi keluarga DT menyatakan tidak menerima uang tersebut,” ungkap AKP Randhya.
Baca Juga: Hasrat Ingin Menikah Tak Digubris, Pria 33 Tahun Tega Tikam Ibu Kandungnya 10 Kali Bertubi-tubi
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya melakukan penggelapan terhadap uang mahar yang dimintanya kepada korban yang tidak lain adalah orang tuanya sendiri.
Total uang yang digelapkan mencapai Rp57,5 juta. Diakui terlapor uang sebesar Rp10 juta digunakan untuk membayar wedding Organizer sebagian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan digunakan untuk bermain judi slot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru
-
BRI Bersinergi Dengan Danantara Pacu Ekonomi Kerakyatan, Laba Naik dan Dividen Tertinggi
-
Jaga Integritas Perusahaan, BRI Tingkatkan Deteksi Fraud dan Pengawasan Internal