Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Selasa, 30 Januari 2024 | 18:30 WIB
Pakaian adat Suku Dayak Benuaq saat Upacara Belian Bawo. [Ist]

Destar itu juga berfungsi sebagai tempat meletakkan mangkuk berisi beras yang ditancapkan sebatang dian yang menyala yang berfungsi sebagai penerangan bagi pemeliaten ketika berhubungan dengan makhluk-makhluk halus.

Pemeliaten sendiri tidak memakai baju tetapi di badannya disilangkan kalung yang terdiri dari manik-manik dan patung-patung kecil.

Untuk celananya, pemeliten mengenakan kain panjang atau tapeh belian bawo yang berhias lalu di pinggagnya dililitkan kain panjang yang dihiasi ujungnya yang dinamai sempilit.

Kedua ujung sempilit ini tergantung
di samping kiri dan kanan kaki, sejajar dengan ujung tapeh di sebelah bawah.

Baca Juga: Apa Itu Kelentangan? Musik Tradisional Khas Suku Dayak Benuaq

Tapeh itu berfungsi untuk menutupi bagian bawah tubuh pemeliaten. Selain itu, tapeh berfungsi pula untuk menentukan tinggi rendahnya pengetahuan pemeliaten tentang sihir hitam dan sihir putih.

Kemudian pinggang pemeliaten itu memakai babat yang dihiasi manik-manik, taring binatang dan uang logam.
 
Babat ini berfungsi untuk menahan tapeh dan sempilit. Babat juga berfungsi tempat menympan jimat yang menolak sihir hitam.

Terakhir, di pergelangan tangan, pemeliaten mengenakan gelang yang dalam bahasa Benuaq disebut "ketakng" atau gelang belian.

Gelang itu berfungsi sebagai musik pengiring dalam upacara untuk memudahkan hubungan dengan makhluk-makhluk halus.

Kontributor: Maliana

Baca Juga: Adat Pengantin Dayak Kanayatn, Dilarang Menikah dengan Kerabat Keluarga

Load More