SuaraKaltim.id - Indonesia memiliki keberagaman suku bangsa yang sangat kaya, dengan nilai budaya yang kompleks dan beragam. Salah satu provinsi yang menonjolkan keragaman tersebut adalah Kalimantan Timur (Kaltim).
Selain suku asli yang mendiami Kaltim, keragaman juga tercermin melalui keberagaman suku pendatang. Hal ini terlihat dari terselenggaranya Sunda Fest yang diselenggarakan oleh Paguyuban Warga Sunda Samarinda (PWSS), pada Sabtu (24/02/2024) kemarin lalu di halaman Korem 091/ASN Jalan Gajah Mada, Samarinda.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim, Hetifah Sjaifudian memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut dengan melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Festival Kuliner dan Seni Budaya Jawa Barat ini juga berhasil terlaksana berkat dukungan dari Korem 091/ASN.
Kemeriahan Sunda Fest terlihat dari hampir seribu warga yang memadati area acara sejak Sabtu sore. Berbagai kuliner khas disajikan, bahkan warga dapat mencicipinya secara gratis. Selain itu, para pengunjung juga dihibur dengan berbagai pertunjukkan seni mulai dari degung, angklung, calung, jaipong, hingga pencak silat.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Tim Kerja TU & Kemitraan MICE Kemenparekraf RI, Yolanda Caroline. Dia menegaskan pentingnya acara ini dalam mendukung keragaman budaya, serta sebagai salah satu opsi daya tarik wisata dan pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dalam sektor kuliner.
Hetifah juga menyoroti salah satu keunggulan Kalimantan Timur, yaitu keberagaman budayanya. Dia menegaskan bahwa ke depan, Kaltim akan menjadi pusat pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, hal ini tidak terlepas dari hadirnya IKN.
Menurut Hetifah, seni budaya memiliki peran penting dalam pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan dan menghadirkan sesuatu yang berbeda dan mendalam yang tidak akan ditemukan di tempat lain.
“Pentingnya seni budaya dalam pariwisata dan ekonomi kreatif. Memberi pengalaman tak terlupakan dan menghadirkan sesuatu yang berbeda serta mendalam yang tidak akan ditemukan di tempat lain,” jelas Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu, disadur dari keterangan rilis yang diterima, Senin (26/02/2024).
Dia juga menekankan, hal ini merupakan bagian dari daya tarik berkelanjutan. Di mana wisatawan akan kembali untuk mengeksplorasi lebih banyak serta memberi peluang bagi pemberdayaan masyarakat lokal, pendidikan, dan pemahaman lintas budaya.
Baca Juga: IKN Dongkrak Ekonomi Kaltim: Tumbuh 6,22%, Tertinggi di Indonesia!
Hetifah berkomitmen untuk mendukung pengembangan ragam seni dan budaya di Kalimantan Timur. Hal ini mendapat apresiasi besar dari Ketua PWSS, Asep Muhammad Junaedi.
Sunda Fest perdana tersebut berhasil terselenggara dengan sukses, bahkan menarik antusiasme dari kota tetangga. Perwakilan warga Sunda dari Bontang, Kutai Kartanegara, hingga Balikpapan turut hadir dalam acara tersebut. Semangat mereka dalam melestarikan budaya memberikan dorongan bagi keberlangsungan acara ini di masa mendatang.
Asep berharap agar Sunda Fest dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata dan diadakan secara rutin setiap tahun, sehingga dapat menjadi bagian yang penting dalam perkembangan kota Samarinda yang kaya akan keragaman budaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Selasa 24 Februari 2026
-
Bos Tambang Batu Bara di Kaltim Ditahan, Disebut Rugikan Negara Rp500 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026
-
Dugaan Layanan Buruk Puskesmas Sebabkan Bayi Meninggal, Dinkes Kaltim Turun Tangan