Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Selasa, 26 Maret 2024 | 02:00 WIB
Ilustrasi rumah adat Lamin, Suku Dayak. [Ist]

Lamin yang sering disebut rumah panjang ini berbentuk kotak memanjang, berupa rumah panggung untuk menghindari lembapnya tanah.

Sementara bentuk rumah panggung ini juga berfungsi untuk menghindari serangan binatang buas ketika di daerah Pampang masih berada di dekat hutan.

Bahan bangunan lamin sebagian besar menggunakan kayu ulin yang terkenal karena kuatnya. Tetapi semua bangunan itu tidak hanya dari kayu ulin saja, ada beberapa bagian menggunakan kayu meranti, kapur, dan bengkirai.

Atap lamin dinamakan kepang atau sirap yang setiap lembaran atapnya berukuran 70 x 40 cm dan terbuat dari kayu ulin.

Baca Juga: Upacara Adat Nebe'e Rau, Wujud Syukur Masyarakat Dayak Agar Panen Melimpah

Kepang berupa lembaran untuk atap disusun sedemikian rupa dan sangat efektif menghindari panas. Sirkulasi udara dalam ruang lamin juga lancar karena dinding dan lantai cukup berpori.

Lamin beratap pelana yang membujur dari timur ke barat juga sangat optimal dalam mengantisipasi radiasi sinar matahari sehingga tidak heran ketika masuk ke dalam lamin akan terasa sejuk.

Di dalam rumah, terdapat tiang besar yang dinamakan sukaq yang merupakan tiang utama dengan fungsi pondasi bangunan lamin.

Sukaq dibuat dari kayu ulin berdiameter 1/2 sampai 1 meter dengan panjang 6 meter dan dipancang di tanah dengan kedalaman 2 meter dan jarak 4 meter antartiang.

Kontributor: Maliana

Baca Juga: Urutan Prosesi Adat Ngerangka'u, dari Tarian hingga Pemotongan Kerbau

Load More