SuaraKaltim.id - Keputusan Basri Rase menempuh jalur non-partai atau independen di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bontang disayangkan Najirah. Menjalin sinergi bersama hampir 4 tahun, Basri dan Najirah pisah jalan di menit-menit terakhir pendaftaran calon independen.
Basri Rase memilih Chusnul Dihin sebagai calon pendampingnya di Pilkada nanti. Chusnul, merupakan pengusaha ayam goreng di Bontang. Ia menggantikan posisi Najirah dalam tempo singkat.
"Kemarin sore kami diminta putuskan, tengah malam keputusan kami ambil untuk tetap melalui jalur partai politik," ungkap Najirah didampingi putranya Ferza Agustia Darma, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu (12/05/2024).
Kepada wartawan, Najirah mengatakan, keputusan untuk kekeh berlayar dengan PDI-Perjuangan karena amanah dari almarhum Adi Darma. Sebelum sepeninggal Adi Darma, lanjut Najirah, suaminya berpesan untuk berjuang melalui PDI-P.
Di samping itu, selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota, PDIP telah banyak membantu pergerakan politik di Bontang.
"Saya tak ingin dicap sebagai penghianat," singkatnya.
Najirah mengaku tak ingin berpisah dengan Basri di Pilkada ini. Namun, keduanya harus berpisah karena keadaan.
"Bukan keinginan kami untuk pisah," ucapnya.
Ferza menambahkan, koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI-Perjuangan sejatinya telah disepakati untuk kembali mengusung Basri - Najirah di Pilkada. Pun Ketua DPD PDI-P Syafruddin telah merestui Najirah untuk kembali berpasangan dengan Basri.
Baca Juga: Sama-sama Ingin Jadi Wali Kota Bontang, Basri Rase dan Sutomo Jabir Dipanggil DPP PKB
Ia bercerita, sebagai kader PDI-P Najirah tak bisa sembarang mengambil sikap politik. Infrastruktur partai yang besar, pasti memiliki strategi dalam mengambil keputusan.
Alih-alih berembuk, Najirah mengaku hanya diberi waktu 8 jam untuk memutuskan beriringan dengan Basri di Pilkada, atau memilih jalan lain.
"Saya minta tambahan waktu, hingga pagi ini. Tapi tetap tidak bisa," ungkapnya.
Ferza menilai, keputusan singkat tersebut seolah-olah mengaburkan hubungan harmoni yang dirajut sejak 2019 lalu. Berjuang di Pilkada 2019 hingga menang, namun kenyataan pahit harus pisah jalan karena pilihan jalur independen.
"Sangat saya sayangkan, kenapa terkesan terburu-buru. Padahal kami tetap ingin berpasangan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026