SuaraKaltim.id - Berkas gugatan sengketa pasangan Basri Rase-Chusnul Dihin sempat dikembalikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang untuk perbaikan. Pun begitu, hari ini, Selasa (21/05/2024) berkas telah dilengkapi oleh tim dan disetor ke Bawaslu.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Bontang, Ismail Usman mengatakan, berkas perkara sengketa yang diajukan kuasa hukum Basri-Chusnul sempat dikembalikan karena ada beberapa syarat yang belum dilengkapi.
Ismail merinci adapun perbaikan yang diminta meliputi, penulisan tanggal yang salah. Kemudian, Bawaslu juga meminta disertakan bukti fisik berkas karena kuasa hukum sebelumnya hanya melampirkan file di dalam flash disk.
"Yang diserahkan bentuk file digital di dalam flashdisk. Kami minta mereka juga melampirkan dokumen fisiknya tapi tidak semua. Surat gugatan tanggalnya ada yang salah. Jadi kita nyatakan tidak lengkap," ucap Ismail Usman, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com.
Lebih lanjut, Ismail mengaku tim kuasa hukum Basri-Chusnul sudah mengirimkan perbaikan berkas pada Selasa (21/05/2024) ini. Kemudian komisioner Bawaslu juga akan memeriksa kembali kelengkapan berkas yang sudah diperbaiki oleh tim Basri-Chusnul.
" Tadi sudah ada pengembalian kembali. Kita juga kasih waktu 3 hari sebenarnya aetelah dinyatakan tidak lengkap," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas