SuaraKaltim.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda membutuhkan sekitar 2.294 petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Perekrutan dijadwalkan berlangsung pada 13 - 19 Juni 2024.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat pada Selasa (11/06/2024) di Hotel Aston Samarinda saat kegiatan Sosialisasi Pembentukan Pantarlih pada Pilkada 2024.
"Perekrutan akan dimulai dua hari ke depan, karena TPS yang kita dirikan itu mencapai sekitar 1.191, setiap TPS akan diisi sebanyak dua Pantarlih atau satu Pantarlih," ucapnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Selasa (11/06/2024).
Artinya, KPU paling tidak harus merekrut sebanyak 2.294 Pantarlih untuk Pilkada mendatang. Firman mengatakan, pantarlih akan melaksanakan tugasnya dari 24 Juni - 24 Juli 2024.
"Nanti kan ada proses seleksi, kemudian ada pelantikan. Setelah pelantikan, mereka punya masa kerja selama satu bulan ya, fokusnya untuk melaksanakan pencocokan dan penelitian data Pemilih" ujarnya.
Berdasarkan Keputusan KPU Nomor 472/2022, Pantarlih mendapatkan honor dalam menjalankan tugasnya. Besaran honor yang diperoleh Pantarlih Pilkada 2024 sebesar Rp 1 juta per bulan.
"Honornya Rp 1 juta untuk Pantarlih tahun ini," tambahnya.
Ia menambahkan, setiap orang berhak untuk mendaftar menjadi seorang petugas Pantarlih. Namun, tetap ada persyaratan yang menjadi prioritas KPU dalam memilih seorang Pantarlih.
"Semua orang boleh daftar, tapi setidaknya pantarlih yang kami rekrut berdomisili dan terdaftar sebagai pemilih di TPS tersebut," imbuhnya.
Baca Juga: Partai Demokrat Samarinda Resmi Dukung Andi Harun di Pilkada 2024
Firman juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Samarinda, bisa berpartisipasi menjadi Pantarlih untuk menyukseskan penyelenggaraan Pilkada tahun ini.
Adapun tugas Pantarlih yakni membantu penyusunan daftar pemilih, pemutakhiran data pemilih, melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih, memberikan tanda bukti terdaftar kepada pemilih, serta melaporkan hasil pencocokan dan penelitian kepada PPS.
Firman mengungkapkan, untuk kebutuhan jumlah Pantarlih akan disesuaikan dengan jumlah pemilih di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Ada Apa dengan Seleksi Dirut MMP Kaltim? Batas Usia Calon Dipertanyakan
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi