SuaraKaltim.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) akan memulai perhitungan suara ulang (PSU) di 43 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 26 Juni 2024.
Hal ini sesuai dengan putusan MK Nomor 219-01-14-21/PHPU/DPR-DPRD-XXII/2024 terkait PSU di 147 TPS se-Kaltim dalam sengketa kursi anggota DPR RI dari Partai Demokrat Kaltim.
Dibandingkan daerah lain di Kaltim, Kukar memiliki jumlah TPS terbanyak untuk PSU, yaitu 43 TPS. Untuk mempercepat proses perhitungan yang ditargetkan selesai dalam 21 hari, KPU Kukar berencana menggunakan 3-4 panel.
“Dengan jumlah 43 kotak suara, perlu waktu dan ini harus selesai 21 hari pasca putusan, makanya (perhitungan) kami melakukan 3-4 panel,” kata Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu (23/06/2024).
Berbagai persiapan telah dilakukan, di antaranya tahapan pencarian kotak suara di gudang logistik KPU Kukar. Proses ini juga dikawal oleh partai Demokrat dan PAN, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Kepolisian. Kemudian kotak suara dijaga ketat oleh aparat kepolisian selama 24 jam.
“Sejauh ini tidak ada surat suara rusak,” sambungnya.
Sementara, untuk lokasi perhitungan suara masih belum ditetapkan, lantaran masih mencari tempat yang aman dan jauh dari gangguan suara bising. Meskipun sudah ada beberapa usulan lokasi, seperti di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), hingga di KPU.
“Kami masih mencari tempat yg representatif sehingga proses hitung ulang aman lancar terkendali,” tandasnya.
Baca Juga: Pupuk Bersubsidi di Kukar Dikawal Disperindagkop Kaltim, Pastikan Harga dan Petani Tepat Sasaran
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar