SuaraKaltim.id - Tahapan penghitungan suara ulang (PSU) yang digelar KPU Kota Samarinda telah berakhir pada Sabtu, (29/06/2024) pukul 18.00 WITA.
Sebelumnya, PUSS digelar lantaran Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan Partai Demokrat terkait adanya pengurangan dan penambahan suara DPR RI di daerah pemilihan (dapil) Kaltim.
Dalam putusan MK nomor 219-02-14-21/PHPU.DPR.DPRD-XXI/2024 terkait PSU, KPU diminta melakukan penghitungan ulang di 147 TPS se-Kaltim. Di antaranya, 40 di Samarinda.
Saksi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Samarinda, Hamzah mengungkapkan, proses rekapitulasi suara di Samarinda berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur.
Hamzah menyatakan, pihaknya mengikuti proses dari awal hingga hari ini, mulai dari perhitungan kertas suara, rekapitulasi di tingkat kecamatan hingga kota, dan semuanya berjalan baik.
Pada penghitungan ulang tersebut, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap suara yang diraih PAN secara umum.
"Terkait dengan hasil, memang ada perbaikan sedikit khusus untuk PAN di Samarinda, namun tidak signifikan. Sejauh yang saya lihat, datanya terakumulasi hanya berkurang dua suara," ujar Hamzah, disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Senin (01/07/2024).
"Sampai hari ini, tidak ada upaya kami untuk mengintervensi penyelenggara guna menambahkan suara PAN atau mengurangi suara partai lain," tambahnya.
Di sisi lain, hasil pleno menunjukkan penambahan suara bagi Partai Demokrat. Yakni sebanyak 7 suara.
Baca Juga: Bawaslu Samarinda Deteksi Kerawanan Coklit Pilkada 2024, Pengawasan Diperketat
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA